Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zohran Mamdani Gunakan Alquran Milik Kakek untuk Pelantikan Wali Kota New York
Advertisement . Scroll to see content

Serang Garda Revolusi Iran, AS Sebut Sudah Kabari Irak Sebelumnya

Sabtu, 03 Februari 2024 - 08:20:00 WIB
Serang Garda Revolusi Iran, AS Sebut Sudah Kabari Irak Sebelumnya
John Kirby menyebut AS sudah memberi tahu Irak sebelum menyerang posisi Garda Revolusi Iran dan kelompok milisi pendukungnya (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) sudah memberi tahu otoritas Irak sebelum melancarkan serangan terhadap target-target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta kelompok milisi pendukungnya di negara itu. Militer AS menyerang 85 target lebih terkait dengan Garda Revolusi Iran dan kelompok-kelompok milisi lainnya di Irak dan Suriah. 

Juru Bicara Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan, ada tiga target kelompok milisi di Irak yang menjadi sasaran serangan udara pada Jumat (2/2/2024) malam.

"Kami sudah menginformasikan kepada pemerintah Irak mengenai serangan tersebut," kata Kirby, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/2/2024).

Dia menambahkan serangan ini hanya awalan dan akan dilanjutkan dengan gempuran selanjutnya.

"Akan ada respons tambahan yang akan kami ambil," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan beberapa menit setelah militer Irak mengecam serangan AS tersebut karena melanggar kedaulatan wilayahnya. Disebutkan, serangan AS itu dilancarkan di wilayah perbatasan Irak.

Kecaman Irak

Juru bicara militer Irak Yahya Rasool memperingatkan serangan itu bisa memicu ketidakstabilan di kawasan.

“Serangan udara ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak, melemahkan upaya pemerintah Irak, dan menimbulkan ancaman yang bisa menyebabkan Irak dan wilayah tersebut mengalami konsekuensi yang mengerikan,” kata Yahya.

AS melancarkan serangan ke 85 lebih target Garda Revolusi Iran dan kelompok-kelompok milisi pendukungnya di Irak dan Suriah. Perinciannya ada tujuh lokasi, yakni empat di Suriah dan tiga di Irak. Belum ada laporan mengenai jumlah korban akibat serangan tersebut.

Serangan udara dilancarkan dari beberapa platform, termasuk pesawat pengebom B-1 yang terbang langsung dari pangkalan AS.

Serangan ini sebagai pembalasan atas gempuran terhadap pangkalan militer AS di Yordania yang menewaskan tiga tentara dan melukai 40 lainnya. Kelompok militan Irak Kataib Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan drone itu. AS menuduh Iran memasok drone terhadap kelompok tersebut untuk menyerang pangkalan-pangkalan militernya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut