Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Al Qaeda ke Gedung Putih: Transformasi Mengejutkan Presiden Suriah Al Sharaa
Advertisement . Scroll to see content

Serangan 12 Jam di Hotel Kenya, 6 Orang Tewas Termasuk Warga AS

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:38:00 WIB
Serangan 12 Jam di Hotel Kenya, 6 Orang Tewas Termasuk Warga AS
Petugas keamanan mengamankan rakyat sipil yang terjebak dalam serangan kelompok berenjata dan aksi bom bunuh diri di Nairobi, Kenya. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NAIROBI, iNews.id - Setidaknya enam orang tewas dalam serangan kelompok bersenjata dan aksi bom bunuh diri di kawasan bisnis DusitD2 di Nairobi, Kenya, Selasa (15/1/2019).

Pelaku menyerang hotel dan kompleks perkantoran, menyebabkan beberapa orang terjebak.

Penyerangan berlangsung hingga Rabu (16/1/2019). Polisi berusaha melumpuhkan pelaku sambil berusaha membebaskan warga yang terjebak.

Tidak diketahui ada berapa orang yang masih berada di dalam hotel dan perkantoran sampai saat ini.

Setelah 12 jam penyerangan atau sekitar pukul 03.30 waktu setempat, belasan korban keluar dari perkantoran. Namun suara letupan senjata dan bom masih terdengar.

Serangan dimulai pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 ke kompleks yang terdiri dari bangunan hotel 101 kamar, perkantoran, spa, dan lainnya. Banyak orang asing yang beraktivitas di DusitD2.

Pelaku melepaskan tembakan serta meledakkan bom bunuh diri. Bahkan suara ledakan bisa terdengar hingga jarak 5 kilometer.

Kelompok militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda, Al Shabaab, mengaku bertanggung jawab.

Kepala Kepolisian Kenya Joseph Boinnet mengatakan, serangan dimulai dengan meledakkan tiga mobil yang diparkir serta aksi bom bunuh diri di lobi hotel Dusit.

Ada beberapa tamu yang menderita luka, tapi Boinnet tak menyebut jumlah total korban, termasuk yang tewas.

Sebuah laporan menyebut ada lima mayat yang ditemukan di berbagai lokasi, seperti di meja restoran.

Rumah Sakit MP Shah Nairobi mengungkap pihaknya menampung tujuh korban luka, di mana satu di antaranya kemudian meninggal. Dengan demikian, data sementara yang terkonfirmasi oleh AFP ada enam korban tewas.

Namun seorang sumber di kepolisian melihat total ada 14 mayat, meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh institusi. Hal yang jelas di antara korban tewas merupakan warga Amerika Serikat (AS). Hal ini dibenarkan pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut