Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim AS Segera Menangkan Perang Lawan Iran: Anda Akan Lihat Hasilnya
Advertisement . Scroll to see content

Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:47:00 WIB
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat (AS) di dekat rumah sakit khusus penderita kanker anak-anak di Kota Ahvaz,, Rabu (15/7) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id -Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat (AS) di dekat rumah sakit khusus penderita kanker anak-anak di Kota Ahvaz,, Rabu (15/7/2026) malam waktu setempat. Serangan itu disebut sebagai barbar.

Akibat serangan tersebut, 211 anak-anak  pasien kanker terpaksa dievakuasi darurat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei mengatakan serangan AS menghantam lokasi di dekat Rumah Sakit Shahid Baqaei, rujukan pusat bagi anak-anak penderita kanker.

"(Serangan AS) Menyebabkan penderitaan dan kecemasan parah di antara anak-anak yang dirawat di rumah sakit serta memaksa evakuasi darurat 211 pasien yang menjalani kemoterapi," katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (17/7/2026).

Dia juga menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang yang pengecut terhadap anak-anak. Baghaei juga membandingkannya dengan serangan Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan.

"Mereka yang tanpa henti mengampanyekan hak asasi manusia (HAM), namun dengan sengaja menutup mata terhadap serangan rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan semua kredibilitas moral," ujarnya.

Pernyataan Baghaei itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz. Kedua pihak saling melancarkan serangan, menandai runtuhnya MoU Islamabad, perjanjian yang mengakhiri perang sejak 28 Februari.

Pada 7 Juli, Trump mendeklariasikan bahwa MoU yang diteken dirinya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik itu telah berakhir. Kedua pemimpin meneken MoU tersebut pada 17 Juni.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut