Serangan Israel ke Gaza Tewaskan 104 Orang dalam Semalam, Begini Komentar Trump
GAZA, iNews.id - Serangan militer Israel ke Jalur Gaza pada Selasa malam hingga Rabu (28-29/10/2025) pagi atau dalam waktu 12 jam menewaskan 104 orang. Ironisnya, serangan brutal itu berlangsung pada masa gencatan senjata.
Ini merupakan serangan paling mematikan Israel ke Gaza sejak gencatan senjata yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 10 Oktober.
Namun Trump terkesan menanggapi santai serangan brutal tersebut, yang di antaranya menghantam satu rumah yang diisi 40 orang satu keluarga.
Menurut Trump, serangan Israel merupakan tindakan pembalasan yang masih bisa diterima. Serangan itu juga tak mengganggu proses gencatan senjata yang tetap berlaku.
Warga Gaza Trauma Diserang Israel Lagi: Saya Kira Perang Telah Berakhir!
"Mereka (Israel) memiliki seorang sniper dan salah satu tentara mereka terbunuh, dan mereka melakukan pembalasan, jadi kita lihat saja nanti," ujarnya, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (30/10/2025).
Dia menegaskan, gencatan senjata kembali berlaku setelah serangan yang menghantam beberapa lokasi wilalah Gaza Utara, Tengah, dan Selatan tersebut.
Pasukan Israel Masih Serang Gaza Setelah Bunuh 104 Orang
"Tapi iya, ini adalah gencatan senjata. Semuanya kembali ke gencatan senjata," kata Trump.
Pernyataan itu disampaikan bahkan saat Israel masih melancarkan serangan ke Gaza pada Rabu malam, menewaskan dua orang lagi.
Hamas membantah tuduhan melanggar gencatan senjata dengan menyerang posisi Israel di Rafah yang merupakan zona merah. Kelompok perlawanan tersebut balik menuduh Israel sengaja mencari-cari alasan agar bisa melanjutkan perangnya di Gaza.
Editor: Anton Suhartono