Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MUI Dukung RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza usai Bertemu Prabowo 
Advertisement . Scroll to see content

Serbu RS Al-Shifa di Gaza, Israel Minta Hamas Menyerah

Rabu, 15 November 2023 - 08:56:00 WIB
Serbu RS Al-Shifa di Gaza, Israel Minta Hamas Menyerah
Warga Palestina, termasuk anak-anak, yang meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel, berkumpul di Rumah Sakit al-Shifa, Gaza, tempat mereka berlindung di tengah sengitnya konflik antara zionis dan Hamas, 7 November 2023. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id – Militer Israel menyerbu Rumah Sakit al-Shifa di Jalur Gaza, Rabu (15/11/2023) ini. Mereka pun mendesak para pejuang Hamas—yang menurut tuduhan zionis berada di dalam kompleks RS tersebut—untuk menyerah. 

Sekitar pukul 01.00 waktu setempat (06.00 WIB), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra mengatakan, Israel telah memberi tahu pejabat Palestina di wilayah itu bahwa mereka akan menyerbu RS al-Shifa. Penyerbuan tersebut berlangsung dalam beberapa menit pascapemberitahuan.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr Munir al-Bursh mengatakan, pasukan Israel telah menggerebek sisi barat kompleks RS al-Shifa. “Ada ledakan besar dan debu masuk ke area tempat kami berada. Kami yakin ledakan terjadi di dalam rumah sakit,” kata Bursh kepada stasiun televisi Aljazirah. 

Lima minggu setelah Israel memulai serangannya di Gaza, nasib RS al-Shifa menjadi fokus kekhawatiran masyarakat internasional karena memburuknya kondisi di fasilitas kesehatan tersebut. Penderitaan luar biasa yang dialami warga sipil Gaza pun telah mendorong berbagai pemimpin dunia menyerukan gencatan senjata kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, pihaknya perlu melakukan operasi yang terukur dan tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit al-Shifa. Militer zionis berdalih tindakan itu diambil berdasarkan informasi intelijen dan kebutuhan operasional Israel.

Israel menuduh Hamas memiliki pusat komando di bawah RS al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza. Zionis juga menuding para pejuang Palestina menggunakan rumah sakit itu dan terowongan di bawahnya untuk menyembunyikan operasi militer dan para tawanan Israel. Namun, Hamas membantah tuduhan itu.

Sementara Amerika Serikat pada Selasa (14/11/2023) kemarin mengatakan, intelijennya juga mendukung kesimpulan Israel tersebut.

Pasukan Israel telah melancarkan pertempuran jalanan yang sengit melawan pejuang Hamas selama 10 hari terakhir, sebelum maju ke pusat Kota Gaza dan sekitar RS al-Shifa.

Hamas mengatakan, ada 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil lainnya yang terjebak di dalam halaman rumah sakit. Mereka bisa kehilangan nyawa akibat tembakan penembak jitu dan drone Israel. Di tengah kekurangan bahan bakar, air, dan persediaan makanan, sebanyak 40 pasien di RS itu meninggal dalam beberapa hari terakhir.

Sementara 36 bayi tertinggal dari bangsal neonatal RS itu, setelah tiga bayi lainnya meninggal. Tanpa bahan bakar generator untuk menyalakan inkubator, bayi-bayi tersebut dijaga agar tetap hangat, dibariskan delapan kali di tempat tidur.

Pada Selasa (14/11/2023) kemarin, warga Palestina yang terjebak di rumah sakit menggali kuburan massal untuk menguburkan pasien yang meninggal. Sampai sejauh ini, belum ada rencana untuk mengevakuasi para bayi meskipun Israel mengumumkan tawaran untuk mengirim inkubator portabel.

Ashraf al-Qidra mengatakan, ada sekitar 100 mayat membusuk di dalam RS dan tidak ada cara untuk mengeluarkannya.

Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan lintas batas yang dilakukan kelompok tersebut ke Israel pada 7 Oktober lalu. Dalam serangan waktu itu, pemerintah zionis menyebut Hamas membunuh 1.200 warga Israel dan menawan lebih dari 240 orang lainnya.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut