Sering Disiksa Orang Tua, Gadis 9 Tahun Melarikan Diri dengan Luka dan Patah Tulang

Ahmad Islamy Jamil · Jumat, 12 Juni 2020 - 17:38:00 WIB
Sering Disiksa Orang Tua, Gadis 9 Tahun Melarikan Diri dengan Luka dan Patah Tulang
Ilustrasi penganiayaan anak. (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id – Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun di Korea Selatan menjadi korban penyiksaan oleh orang tuanya yang kejam. Karena sudah tak tak tahan, dia pun melarikan diri tanpa mengenakan alas kaki melalui balkon apartemen tetangganya yang berada lantai empat.

Kantor Kepolisian Provinsi Gyeongnam pada Kamis (11/6/2020) menyatakan, gadis itu melarikan diri pada 29 Mei dengan melompat ke balkon apartemen di sebelahnya. Apartemen tetangganya itu dalam keadaan kosong. “Dia melarikan diri dari gedung untuk mencari bantuan,” kata polisi setempat, dikutip The Straits Times, Jumat (12/6/2020).

Seorang tetangga lainnya yang menemukan gadis itu di pinggir jalan di Changnyeong, Provinsi Gyeongsang Selatan, dan memanggil polisi. Gadis itu tampak bertelanjang kaki dengan memar, luka, dan lecet di sekujur tubuhnya. Polisi kemudian menemukan bahwa perempuan kecil malang itu juga mengalami patah tulang pada beberapa bagian tubuhnya, serta gejala anemia parah.

Menurut laporan media setempat, korban mengatakan kepada polisi bahwa ayah tirinya (35) dan ibunya (27) sering menyiksa dia sebagai hukuman karena dianggap bandel. Pernah selama dua hari lehernya dipasangi rantai besi dan hanya dilepaskan ketika dia hendak ke kamar mandi, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau makan. Yang semakin menyedihkan, gadis itu hanya diberi makan oleh orang tuanya sekali sehari.

Pada saat pelariannya, ibu dan saudara-saudara kandungnya ada di rumah. “Kebetulan ayah tirinya sedang tidak ada di situ,” kata polisi yang menyelidiki kasus penyiksaan anak tersebut.

Gadis itu mengatakan, orang tuanya juga memukulinya dengan tongkat besi; menyundut kakinya dengan pistol lem dan sumpit besi yang dipanaskan, dan; bahkan menenggelamkan kepalanya di bak mandi. Selama penyelidikan, polisi menyita sekitar 10 barang yang diduga digunakan para pelaku dalam kejahatan tersebut, termasuk wajan, kunci, rantai besi, dan pistol lem.

Gadis itu mengatakan, dia telah mengalami penyiksaan terus-menerus sejak dikembalikan ke ibunya pada 2017 setelah dua tahun diasuh oleh orang lain. Guru dan tetangganya dilaporkan tidak mengetahui situasi dan penganiayaan yang dialami korban. Ini karena gadis itu selalu menyembunyikan bekas luka dan memar yang ada di bawah pakaiannya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil