Setelah Bidik Kabel Internet Bawah Laut Selat Hormuz, Iran Ancam Aset Politik AS
TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat (AS) lebih luas jika negaranya kembali digempur. Berikutnya, pembalasan Iran akan mencakup aset-aset politik AS.
Sebelumnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan memutus tujuh kabel internet bawah laut yang membentang di dasar Selat Hormuz.
Seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan kepada kantor berita Fars, militernya juga akan menyerang infrastruktur negara-negara yang membantu serangan AS, jika ada pejabat atau warga sipil yang dibunuh.
Menurut pejabat yang meminta namanya tak dipulbikasikan itu, Iran berasumsi bahwa AS dan Israel akan melancarkan serangan terbaru seraya menganggap upaya penyelesaiaan konflik secara diplomatik yang ditawarkan AS tidak bisa dipercaya.
Menurut pejabat tersebut, spekulasi mengenai potensi serangan terbaru AS-Israel semakin mendekati kenyataan terkait pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio di Athena, Yunani.
Menurut pejabat itu, para pemimpin politik dan intelektual Iran menyimpulkan, kebijakan AS di Timur Tengah telah disetir oleh Israel. Fokusnya adalah mereka mencegah AS untuk mengupayakan solusi diplomatik, sebaliknya menggunakan kekuatan militer.
Pejabat itu juga mengeklaim Israel menjadi prioritas dalam kebijakan Presiden AS Donald Trump di Timur Tengah.
Sementara itu Iran menganggap negaranya masih berperang serta menilai blokade ekonomi dan maritim AS, bersama dengan pembatasan wilayah udara Iran, sebagai kelanjutan dari agresi militer yang dimulai sejak 28 Februari.
Trump dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (25/10/2026), membantah akan menyerang Iran saat ini, setidaknya sebelum pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Meski demikian, berbagai laporan mengungkap peningkatan aktivitas militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Editor: Anton Suhartono