Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
TEL AVIV, iNews.id - Lembaga hak asasi manusia (HAM) Israel, B’Tselem, memperingatkan eskalasi pembersihan etnis di Tepi Barat, dilakukan pemukim ilegal Yahudi yang didukung pasukan Zionis. Para pemukim Israel tersebut berusaha mengusir keluarga-keluarga Palestina dari rumah serta merampas properti mereka di Kota Qusra, Nablus.
Menurut B’Tselem, dalam beberapa hari terakhir, para pemukim Israel mendirikan pos terdepan ilegal di halaman dua rumah warga Palestina di pinggiran Qusra. Tujuanny, memaksa keluarga-keluarga tersebut pergi, kemudian mengambil alih rumah mereka.
Di saat bersamaan, tak ada upaya dari militer Israel tidak mencegah para pemukim tersebut, apalagi melindungi keluarga-keluarga itu.
Direktur Eksekutif B’Tselem Yuli Novak mengatakan, perkembangan situasi di Qusra bukan insiden yang berdiri sendiri.
Dia menuduh milisi pemukim Yahudi, dengan dukungan militer Israel, meningkatkan serangan terhadap kota dan desa Palestina, merampas tanah, menyerang rumah-rumah, sampai para korban meninggalkan rumah mereka.
"Pembersihan etnis oleh Israel di Tepi Barat sedang meningkat dan meluas di hadapan mata semua orang," ujarnya, dikutip dari Anadolu, Kamis (13/8/2026).
Bulan lalu, militer Israel membiarkan para pemukim ilegal mengusir keluarga besar Tubasi dari rumah-rumah mereka di Desa Jalud setelah mengepung dan menyerangnya berulang kali. Setelah itu para pemukim merampas rumah-rumah itu.
Pola serupa dilakukan di beberapa komunitas Palestina lainnya, termasuk Ein Sinya, Turmusaya, Beita, dan Abu Falah.
B’Tselem juga merilis video menunjukkan yang menunjukkan para pemukim dan tentara Israel sedang berdoa di sekitar rumah-rumah warga Palestina di Qusra.
Sejak Oktober 2023 atau serangan ke Gaza, Israel memaksa pengungsian total terhadap 64 komunitas Palestina dan pengungsian sebagian terhadap 15 komunitas lain, berdampak pada lebih dari 4.800 warga Palestina, termasuk lebih dari 2.300 anak-anak.
Editor: Anton Suhartono