Sheikh Sudais Kutuk Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah: Kriminal!
MAKKAH, iNews.id - Kepala Kepresidenan Urusan Agama Dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdulrahman Al Sudais mengutuk serangan kelompok Houthi atas dua tempat suci di Makkah dan Madinah.
Sheikh Sudais memperingatkan, keamanan dan kesucian Dua Masjid Suci merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.
Menurut Sheikh Sudais, serangan terus-menerus tersebut mengungkap siapa sebenarnya Houthi yakni milisi kriminal dan menyimpan niat jahat terhadap umat Islam dan tempat-tempat suci di Arab Saudi.
Dia menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap syariat Islam, yang memerintahkan perlindungan tempat-tempat suci, serta penghinaan terhadap norma-norma kemanusiaan internasional.
Sheikh Sudais juga memuji kesiapan pertahanan Saudi seraya mengatakan agresi tersebut tidak akan merusak stabilitas negara, sebaliknya akan memperkuat tekad kepemimpinan dan militer untuk melindungi tempat-tempat suci dan jemaah umrah.
Houthi meluncurkan rudal lintas perbatasan pada Sabtu (24/10/2026), termasuk menargetkan Makkah dan Madinah. Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dua rudal balistik.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan, tim tanggap darurat mengamankan puing-puing rudal yang berjatuhan di beberapa wilayah, termasuk Wadi Al Mughammas, Makkah; lingkungan Al Nuzha di Jeddah; Wadi Jalil di Taif; dan Pusat Masturah di Rabigh.
Militer Saudi dalam keadaan siaga tinggi pada Minggu setelah Houthi meluncurkan drone kamikaze ke Riyadh sekitar pukul 01.00 waktu setempat serta satu lainnya sekitar pukul 05.00.
Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Saudi , Turki Al Maliki, mengatakan keduanya drone tersebut berhasil dihancurkan.
“Pertahanan udara mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris ke arah Riyadh,” tulis Al Maliki, di media sosial X.
Selain itu, rudal jelajah yang diluncurkan ke Khamis Mushayt dan 10 rudal balistik menargetkan wilayah selatan juga dicegat dan dihancurkan.
Meski terjadi serangan, pihak berwenang Saudi pada Minggu melanjutkan pembukaan sebagian Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Otoritas melanjutkan layanan terbatas untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Pejabat bandara mengumumkan bahwa Terminal 1 telah dibuka untuk penerbangan domestik dan Terminal 2 untuk penerbangan internasional oleh maskapai penerbangan nasional.
Editor: Anton Suhartono