Situasi Internasional Makin Panas, Korut Gelar Pertemuan Partai Dihadiri Kim Jong Un
PYONGYANG, iNews.id - Komite Partai Buruh Korea (WPK) menggelar rapat pleno selama beberapa hari ke depan yang dihadiri oleh Kim Jong Un. Rapat itu digelar untuk memutuskan strategi diplomatik dan pertahanan negara di tengah situasi internasional yang memanas.
Rapat pleno dibuka secara resmi pada Jumat (16/6/2023). Rapat pleno juga akan meninjau kegiatan ekonomi untuk paruh pertama tahun ini.
Media Yonhap melaporkan, pertemuan itu juga diadakan karena Korea Utara (Korut) berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia dan China. Di saat yang sama, persaingan China-AS yang semakin intensif dan perang Rusia di Ukraina masih terus bergulir.
“Pyongyang juga menghadapi peningkatan kerja sama keamanan antara Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang. Kepala pertahanan ketiga negara setuju untuk mengoperasikan sistem untuk berbagi data peringatan rudal Korut secara real-time dalam setahun,” tulis Yonhap.
Murka dengan Latihan Perang Korsel dan AS, Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik
Pada Kamis (15/6/2023), Korut menembakkan dua rudal jarak pendek di lepas pantai timurnya. Rudal diluncurkan kurang dari satu jam setelah Korut memperingatkan latihan militer pasukan Korea Selatan dan AS yang digelar pada hari sebelumnya.
Korut telah lama menyatakan, latihan semacam itu mengancam keamanannya. Latihan itu juga dsisebut dilakukan sebagai persiapan untuk kemungkinan invasi ke wilayahnya suatu hari nanti.
Korsel-AS Gelar Latihan Perang Simulasikan Serang Korut, Pyongyang Murka
Pada hari Jumat (16/6/2023), kapal selam peluru kendali bertenaga nuklir (SSGN) AS tiba di sebuah pangkalan angkatan laut di Busan, Korsel. Kedatangan USS Michigan SSGN berbobot 18.000 ton itu menandai pertama kalinya dalam enam tahun, kapal selam AS dari kelasnya berlabuh di Korsel.
Senjata yang diuji oleh Korut sepanjang tahun ini termasuk rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat baru dan berbagai senjata jarak pendek.
AS Khawatir, Korut Terus Pasok Senjata ke Rusia untuk Perangi Ukraina
Editor: Umaya Khusniah