Soal Kapal Selam Nuklir, Australia akan Transparan ke Indonesia
SYDNEY, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong menjelaskan seputar kerja sama pertahanan AUKUS negaranya dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Itu disampaikan Wong dalam wawancara dengan Radio ABC terkait pertemuan dengan delegasi Indonesia di Sydney, Selasa (4/7/2023).
Seperti diketahui, melalui AUKUS, Australia akan membangun kapal selam bertenaga nuklir yang dikhawatirkan Indonesia.
Wong menegaskan Australia akan transparan soal kapal selam bertenaga nuklir sebagaimana kesepakatan AUKUS.
"(Indonesia) Ingin memastikan material nuklir tidak dibiarkan menyebar. Kita berdua menginginkan kawasan yang damai dan stabil," kata Wong, seperti dilaporkan kembali Reuters.
Indonesia sebelumnya mengungkapkan keprihatinan tentang konsekuensi kesepakatan AUKUS. Begitu Australia mengumumkan soal rencana akuisisi kapal selam nuklir pada September 2021, Kemlu RI mencermatinya secara hati-hati.
Indonesia menyampaikan keprihatinan atas berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan seraya mendesak Australia untuk memenuhi kewajiban non-proliferasi.
"Indonesia mendorong Australia untuk terus memenuhi kewajibannya untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Kawasan sesuai dengan Treaty of Amity and Cooperation," bunyi pernyataan Kemlu RI saat itu.
"Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 dalam menjaga perdamaian dan keamanan di Kawasan."
Rencana Australia membangun kapal selam nuklir bersama AS dan Inggris tak lepas dari meningkatnya ketegangan di Indo-Pasifik. Semakin kuatnya pengaruh China di kawasan, termasuk di bidang pertahanan, membuat Australia berhati-hati.
Editor: Anton Suhartono