Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:32:00 WIB
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Elon Musk dalam konferensi pers perdagangan perdana saham SpaceX di bursa Nasdaq, Jumat (13/6/2026). (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Elon Musk resmi menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan menembus 1 triliun dolar AS. Hal ini terjadi setelah sahamSpaceX mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Jumat (13/6/2026).

Melansir Forbes, saham perusahaan roket milik Musk itu dibuka di harga 150 dolar AS per saham, yang membuat valuasi SpaceX mendekati 2 triliun dolar AS. 

Berdasarkan perhitungan Forbes, kekayaan Musk mencapai sekitar 1,1 triliun dolar AS atau setara Rp19,59 kuadriliun (kurs Rp17.810 per dolar AS), naik dari 982 miliar dolar AS sehari sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh lonjakan nilai kepemilikan orang terkaya di dunia tersebut pada SpaceX. Saat ini, dia memiliki sekitar 4,8 miliar saham SpaceX serta ratusan juta opsi saham yang membuat total kepemilikannya mencapai sekitar 38 persen perusahaan.

Selain SpaceX, Musk juga memiliki lebih dari 10 persen saham Tesla serta opsi untuk menambah kepemilikannya. Dia juga masih memiliki saham di perusahaan teknologi otak Neuralink dan perusahaan terowongan The Boring Company.

Pencapaian Musk menjadi triliuner dianggap luar biasa. Sebagai perbandingan, Bill Gates menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan 100 miliar dolar AS pada 1999. Sementara Jeff Bezos menjadi orang pertama yang menembus 200 miliar dolar AS pada 2020.

Saat ini, kekayaan Musk jauh melampaui para miliarder lain. Pendiri Google Larry Page yang berada di posisi kedua memiliki kekayaan sekitar 296 miliar dolar AS atau setara Rp5,27 kuadriliun, atau kurang dari sepertiga total kekayaan Musk.

Profil Elon Musk

Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan, pada 28 Juni 1971. Dia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi dan bisnis. 

Musk merupakan pendiri, CEO, dan Chief Technology Officer (CTO) SpaceX, perusahaan antariksa yang mengembangkan roket dan pesawat luar angkasa untuk misi komersial hingga eksplorasi Mars.

Selain SpaceX, Musk juga memimpin Tesla, produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. Di bawah kepemimpinannya, Tesla menjadi pelopor revolusi kendaraan listrik dan energi berkelanjutan. 

Selain itu, Musk juga terlibat dalam sejumlah perusahaan teknologi lainnya, seperti Neuralink yang mengembangkan antarmuka otak-komputer, The Boring Company yang fokus pada sistem transportasi bawah tanah, serta xAI yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.

Karier bisnis Musk dimulai dari perusahaan perangkat lunak Zip2 yang kemudian dijual pada 1999. Setelah itu, ia mendirikan X.com yang berkembang menjadi PayPal dan diakuisisi eBay pada 2002. Dana hasil penjualan PayPal digunakan Musk untuk membangun SpaceX dan berinvestasi di Tesla.

Berkat kesuksesan berbagai bisnisnya, Musk berkali-kali menyandang gelar orang terkaya di dunia versi Forbes. Pada Juni 2026, dia mencatat sejarah sebagai orang pertama yang memiliki kekayaan lebih dari 1 triliun dolar AS, didorong oleh lonjakan valuasi SpaceX dan kepemilikannya di Tesla.

Jadi Orang Terkaya di Dunia

Musk pertama kali masuk daftar miliarder dunia Forbes pada 2012 dengan kekayaan sekitar 2 miliar dolar AS. Nilai kekayaannya kemudian melonjak seiring kenaikan harga saham Tesla dan perkembangan bisnis SpaceX.

Setelah sempat bergantian menjadi orang terkaya dunia dengan pendiri LVMH Bernard Arnault, Musk kembali merebut posisi teratas pada 2024 dan terus memperlebar jarak. Dalam waktu singkat, kekayaannya melampaui 400 miliar dolar AS, 500 miliar dolar AS, hingga akhirnya menembus 1 triliun dolar AS.

Faktor terbesar di balik lonjakan tersebut adalah kenaikan valuasi SpaceX yang kini menjadi aset paling berharga milik Musk. Sejak 2021, valuasi perusahaan itu melonjak hampir 20 kali lipat, dari sekitar 100 miliar dolar AS menjadi hampir 2 triliun dolar AS.

Meski SpaceX masih membukukan rugi bersih sekitar 4,9 miliar dolar AS pada 2025, investor tetap optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan, terutama melalui jaringan satelit Starlink, program kolonisasi Mars, dan rencana pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut