Sosok Ranil Wickremesinghe, Presiden Sri Lanka yang Baru
KOLOMBO, iNews.id – Ranil Wickremesinghe hari ini berhasil menduduki jabatan puncak di Sri Lanka. Dia memenangkan pemungutan suara parlemen dan mengamankan kursi presiden yang ditinggalkan Gotabaya Rajapaksa.
Wickremesinghe adalah seorang pengacara yang pernah beberapa kali menjabat sebagai perdana menteri Sri Lanka. Dia juga pernah dua kali menjabat pemimpin oposisi untuk periode yang panjang.
“Saya berterima kasih kepada parlemen atas kehormatan ini,” kata politikus berusia 73 tahun itu, setelah kemenangannya diumumkan oleh sekretaris jenderal Parlemen Sri Lanka, hari ini.
Dia meraup 134 suara dari total 225 anggota legislatif di negara itu. Sementara saingan utamanya, anggota parlemen dari partai yang berkuasa, Dullas Alahapperuma, memperoleh 82 suara.
Warga Sri Lanka Mulai Kelaparan, Harga Sayur dan Kebutuhan Pokok Meroket
Keberhasilan Wickremesinghe naik ke tampuk kekuasaan terbilang luar biasa. Sebab, dia pernah dua kali gagal mencalonkan diri sebagai presiden. Kendati demikian, dia mendapatkan suara yang cukup untuk duduk di parlemen meski hanya menguasai satu kursi, yakni sebagai pemimpin Partai Persatuan Nasional (UNP).
Reuters melansir, Wickremesinghe lahir dari keluarga politisi dan pengusaha terkemuka dengan minat besar di media. Pada 1978, dia diangkat menjadi menteri termuda di Sri Langka oleh pamannya, Presiden Junius Jayewardene. Kala itu, umurnya baru 29 tahun.
Belajar dari Krisis Sri Lanka, Megawati Dorong Indonesia Berdaulat Pangan
Pada 1993, pascapembunuhan sejumlah rekan senior satu partainya oleh kelompok Macan Tamil, Wickremesinghe menjadi perdana menteri Sri Lanka untuk periode pertamanya. Dia kemudian terpilih menjadi pemimpin UNP pada tahun berikutnya.
Presiden Sri Lanka Rajapaksa Resmi Mundur, Rakyat Bersuka Ria
Berbeda dengan Rajapaksa, dia memiliki sedikit dukungan di luar kalangan pemilih perkotaan yang kaya. Walaupun demikian, hal itu tidak menghalanginya untuk menduduki jabatan perdana menteri secara berulang kali.
Berdasarkan catatan, Wickremesinghe lima kali menjabat kepala pemerintahan di Sri Lanka. Periode pertama berlangsung pada 7 Mei 1993 – 18 Agustus 1994. Selanjutnya, periode kedua pada 9 Desember 2001 – 6 April 2004; periode ketiga pada 9 Januari 2015 – 26 Oktober 2018; periode keempat 15 Desember 2018 – 21 November 2019, dan; periode kelima dimulai sejak 12 Mei lalu.
Kabur ke Maladewa, Presiden Sri Lanka Malah Diusir Rakyat dan Disebut Penjahat
Pada 9 Juli, Wickremesinghe mengumumkan bahwa dia bersedia untuk mundur sebagai perdana menteri ketika para pengunjuk rasa mengerumuni kawasan pusat ibu kota Kolombo membakar sebagian dari kediaman pribadinya.
Wickremesinghe dikenal sebagai sosok politikus liberal dalam kebijakan ekonominya. Dia memiliki pengalaman berurusan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) pada masa jabatan sebelumnya. Wickremesinghe juga telah membangun hubungan dengan China dan India, raksasa Asia yang telah lama berebut pengaruh atas Sri Lanka.
“Politik lebih dari sekadar (permainan) catur,” kata Wickremesinghe dalam sebuah wawancara televisi pada 2014.
“(Politik) ini adalah kerja sama tim, seperti kriket. Di sini Anda dituntut memiliki stamina untuk maraton. Ini adalah permainan yang sulit seperti rugger dan olahraga berdarah layaknya tinju,” ucapnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil