Spanyol Berlakukan Lockdown di Madrid, Warga Ngamuk

Djairan ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 02:58:00 WIB
Spanyol Berlakukan Lockdown di Madrid, Warga Ngamuk
Petugas kepolisian mengecek warga di checkpoint di Madrid, Spanyol. (Foto: AFP)

MADRID, iNews.id - Warga Kota Madrid dan sekitarnya marah dengan keputusan pemerintah Spanyol. Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez menerapkan lockdown di kota itu demi menekan penyebaran Covid-19.

Kebijakan pemerintah sosialis Spanyol tersebut berdampak kepada sekitar 3,8 juta warga ibu kota dan delapan kota satelit di sekitar Madrid.

"Mereka (politisi) itu badut. Mereka mengolok-ngolok kita sesuka mereka terus menerus. Mereka sama sekali tak punya malu," kata Pilar Lopez, warga yang bekerja sebagai petugas kebersihan, dilansir Reuters, Sabtu (10/10/2020).

Penjaga toko bernama Linda menilai, kebijakan lockdown yang diterapkan di Madrid terlalu berlebihan. "Saya rasa pembatasan diterapkan untuk area tertentu saja, jangan seluruh Madrid," katanya.

Warga Madrid lainnya, Felix (49) menyalahkan perilaku warga yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini membuat kasus positif Covid-19 di kota tersebut melonjak tajam.

Menteri Kesehatan, Salvador Illa mengatakan, lockdown diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Ini penting agar penyebaran di Madrid tak meluas ke seluruh Spanyol," katanya.

Hingga Jumat (9/10/2020) waktu setempat, total kasus positif Covid-19 di Negeri Matador itu mencapai 861.112, tertinggi di Eropa Barat. Sementara tingkat kematian akibat virus tersebut mencapai 32.929 orang.

Editor : Rahmat Fiansyah