Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Tawarkan Puluhan Proyek Tol ke Investor Australia, Ini Daftarnya
Advertisement . Scroll to see content

Staf IT Universitas New South Wales Ditangkap Terkait Terorisme

Minggu, 02 September 2018 - 10:37:00 WIB
Staf IT Universitas New South Wales Ditangkap Terkait Terorisme
Pria asal Sri Lanka Mohamed Nizamdeen ditangkap di Australia karena diduga merencanakan aksi terorisme. (Foto: ABC News)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Pria asal Sri Lanka Mohamed Nizamdeen (25) yang diduga terafiliasi dengan kelompok teroris ISIS, ditangkap pihak berwajib di Kensington, pinggiran Sydney, Australia. Dia dituduh memiliki cetak biru untuk menyerang beberapa lokasi simbolis di Sydney.

Petugas Gabungan Anti Terorisme menangkap pegawai kontrak Universitas New South Wales (NSW) itu dan menghadirkannya dalam persidangan pendahuluan di Pengadilan Waverley, Jumat (31/8/2018).

Menurut informasi yang diperoleh ABC News, Nizamdeen masuk ke Australia dengan visa pelajar. Dia bekerja sebagai analis pada bagian IT universitas tersebut.

Polisi menemukan dokumen berisi rencana untuk melakukan serangan terorisme di kampusnya.

Polisi juga menggeledah tempat tinggal tersangka sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat dan menyita beberapa barang elektronik. Polisi turut menggeledah tempat kerja tersangka.

"Tuduhan ini serius dan signifikan. Dokumennya cukup signifikan dan memerlukan analisis lebih lanjut," kata Kepala Kepolisian Federal Australia (AFP), Michael McTiernan.

"Pada tahap ini, ada sejumlah lokasi dan individu yang disebutkan dalam dokumen itu yang menjadi target penyelidikan," jelasnya.

Polisi menuduh Nizamdeen bertindak sendiri, namun tidak dituntut sebagai anggota organisasi teroris, meski disebut terafiliasi dengan ISIS.

Nizamdeen diketahui bekerja di bidang IT universitas, termasuk mengerjakan proyek untuk membantu mahasiswa memahami keamanan siber. Polisi menyebut visa Nizamdeen akan berakhir pada September, dan dia sedang dalam proses permohonan visa baru.

Inspektur Michael Sheehy dari Kepolisian NSW menyebut saat ini penyelidikan masih dalam tahap awal. Pada tahap ini, katanya, publik tidak perlu khawatir.

"Ini merupakan pelanggaran dalam kaitan dengan persiapan dokumen. Bukan pelanggaran terkait kemampuan individu ini," kata Sheehy.

Satuan Gabungan Anti Terorisme terdiri atas petugas AFP, Kepolisian NSW, Australian Security Intelligence Organisation, dan Komisi Kejahatan NSW.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut