Sudan Makin Mencekam, Jepang Segera Evakuasi Warganya
TOKYO, iNews.id - Kementerian Pertahanan Jepang bersiap untuk mengevakuasi warganya dari pertempuran mematikan di Sudan.
Kepala Sekretaris Kabinet, Hirokazu Matsuno pada Rabu (19/4/2023) mengatakan, Menteri luar negeri Jepang meminta menteri pertahanan untuk menggunakan pesawat Pasukan Bela Diri untuk evakuasi.
“Pemerintah akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan keamanan warga Jepang di Jepang, termasuk keselamatan dan evakuasi warga negara Jepang, bekerjasama erat dengan G7 dan negara-negara besar lainnya,” kata Matsuno.
Dia menambahkamn, sekitar 60 warga negara Jepang berada di Sudan. Sampai saat ini, pemerintah dapat menghubungi mereka semua dan tidak ada yang terluka.
Tembakan senjata berat menghancurkan gencatan senjata 24 jam di Sudan pada Selasa (18/4/2023).
Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Sudan memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sekitar 270 orang telah tewas akibat bentrokan militer di negara itu. Sementara itu, lebih dari 2.600 orang lainnya terluka dalam konflik yang sama.
“Situasi di Republik Sudan sangat memprihatinkan,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Selasa (18/4/2023).
Dia mengungkapkan, ada laporan bahwa beberapa fasilitas kesehatan di negara itu telah dijarah atau digunakan untuk keperluan militer. Ghebreyesus juga mengatakan, rumah sakit di Sudan mengalami kekurangan tenaga dan persediaan medis, serta pemadaman listrik.
Tak cukup sampai di situ, fasilitas kesehatan di negeri Afrika itu kini juga kekurangan bahan bakar untuk generator listrik, di samping terputusnya akses air bersih. Beberapa faktor lain juga menimbulkan tantangan bagi petugas kesehatan dan petugas ambulans, serta membahayakan lebih banyak nyawa di Sudan.
Editor: Umaya Khusniah