Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat
Advertisement . Scroll to see content

Suriah Memanas, Pasukan Israel Evakuasi Ratusan Anggota White Helmets

Senin, 23 Juli 2018 - 08:52:00 WIB
Suriah Memanas, Pasukan Israel Evakuasi Ratusan Anggota White Helmets
Anggota kelompok Helm Putih (White Helmets) saat menyelamatkan seorang anak di Suriah. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

AMMAN, iNews.id - Israel mengevakuasi ratusan anggota penyelamat dari kelompok Helm Putih (White Helmets) serta anggota keluarga mereka dari zona perang di bagian selatan Suriah ke Yordania, Minggu (22/7/2018).

Sedikitnya 800 anggota kelompok Helm Putih bekerja di kawasan barat daya Suriah yang dikuasai pemberontak, namun mereka terjebak akibat gempuran militer Suriah.

Oleh pasukan Israel, mereka dievakuasi ke Yordania melalui Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

Dilaporkan AFP, Senin (23/7/2018), Juru Bicara Kemlu Mohammed Al Kayed mengatakan, Inggris, Jerman, dan Kanada pada awalnya setuju menerima sekitar 827 penyelamat dan keluarga mereka. Namun hanya sekitar 422 warga saja yang dievakuasi dengan selamat.

Al Kayed menyebut mereka diizinkan tinggal di Yordania untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan.

Kepala kelompok Helm Putih Raed Saleh mengatakan, para pengungsi tiba di Yordania setelah dikepung. Mereka dikepung di Provinsi Daraa dan Quneitra yang masing-masing berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Sementara itu, sumber dari Pemerintah Kanada mengatakan, kelompok kedua dari White Helmets dan keluarga mereka seharusnya sudah dievakuasi, namun mereka tidak dapat mencapai perbatasan karena situasi.

"Kelompok itu masih berada di Suriah dan tidak bisa dipastikan apakah akan ada upaya baru untuk membawa mereka ke luar lantaran situasi darurat yang terjadi di sana," ujar sumber tersebut.

Didirikan pada 2013, Kelompok Pertahanan Sipil Suriah atau White Helmets merupakan jaringan tanggap pertama yang menyelamatkan warga terluka pascaserangan udara, tembakan, atau ledakan di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Militer Israel mengaku sudah memindahkan para pekerja penyelamat dan keluarga mereka ke negara tetangga.

"Beberapa hari lalu Presiden Trump dan Perdana Menteri Kanada Trudeau dan lainnya mendekati saya dengan permintaan untuk membantu mengevakuasi ratusan anggota White Helmets. Mereka adalah orang-orang yang menyelamatkan nyawa dan sekarang berada dalam bahaya yang mematikan. Oleh karena itu saya setuju membawa mereka melalui Israel ke negara lain sebagai langkah kemanusiaan yang penting," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Amerika Serikat memuji Israel dan Yordania karena memfasilitasi evakuasi. Pemerintah Inggris, Kanada, dan Jerman juga sepakat akan menyediakan rumah-rumah bagi pengungsi.

"Kami senang para sukarelawan pemberani ini, yang menyelamatkan ribuan nyawa, sekarang keluar dari bahaya. White Helm telah menjadi sasaran serangan dan, karena profil mereka yang tinggi, kami menilai bahwa, dalam keadaan khusus ini, para sukarelawan membutuhkan perlindungan segera," demikian pernyataan Kemlu AS.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut