Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan
Advertisement . Scroll to see content

Survei Ungkap 81% Warga Setuju Perempuan Boleh Menjadi Kaisar Jepang

Senin, 28 Oktober 2019 - 14:23:00 WIB
Survei Ungkap 81% Warga Setuju Perempuan Boleh Menjadi Kaisar Jepang
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Hasil survei terbaru di Jepang menunjukkan mayoritas responden setuju perempuan bisa menjadi kaisar. Aturan yang berlaku saat ini, kaisar harus laki-laki. Dibolehkannya perempuan menjadi kaisar bisa menjadi solusi krisis sumber daya yang dihadapi Jepang mengingat jumlah pewaris takhta laki-laki hanya sedikit.

Jumlah pewaris takhta laki-laki saat ini hanya tiga orang, yakni Akishino (53), putra mahkota yang juga adik dari Kaisar Naruhito; Hisahito (13), putra dari Akishino; serta Pangeran Hitachi, paman dari Naruhito (83).

Dikutip dari AFP, Senin (28/10/2019), survei yang diadakan oleh kantor berita Kyodo setelah penobatan Kaisar Naruhito pada 22 Oktober 2019, menyebutkan, sebanyak 81,9 persen responden setuju perempuan dibolehkan menjadi kaisar, melawan 13,5 persen menolak, dan sisanya abstein.

Perdebatan soal diperbolehakannya perempuan naik takhta sudah muncul sejak Akihito, ayah dari Naruhito, menyatakan mundur sebagai kaisar dengan alasan kesehatan pada 2017.

Jika perempuan diperbolehkan naik takhta, maka satu-satunya anak perempuan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, yakni Putri Aiko (17), bisa melanjutkan estafet kekaisaran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut