Tak Ada Informasi Baru soal Pesawat MH370, Keluarga Korban Marah
KUALA LUMPUR, iNews.id - Keluarga korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 disuguhkan informasi mengecewakan terkait laporan hasil akhir penyelidikan. Padahal mereka sudah menanti bertahun-tahun untuk mendengarkan hasil penyelidikan hilangnya pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru itu.
Keluarga korban punya ekspektasi ada informasi lain dari hasil akhir penyelidikan yang diumumkan hari ini, tapi ternyata tidak ada sesuatu yang baru.
Menurut keluarga korban yang sudah lebih dulu mendengarkan hasil penyelidikan, Senin (30/7/2018) pagi, isi dokumen tak mengandung sedikit pun informasi anyar. Tak hanya itu, para pejabat kementerian perhubungan juga tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Tak pelak, beberapa anggota keluarga korban pun marah dan keluar dari ruang briefing.
"Sangat mengecewakan. Saya frustrasi, tidak ada yang baru dalam laporan itu," kata Intan Maizura Othman, istri dari pramugara MH370, dikutip dari AFP.
"Mereka yang memberikan briefing dari kementerian perhubungan tidak bisa memberikan jawaban karena bukan mereka (yang) yang menulis laporan," ujarnya, menambahkan.
Acara pemaparan pun berubah menjadi hujatan dari para keluarga korban yang tak bisa membendung amarah.
"Banyak yang bertanya, tapi tanggapannya tidak memuaskan membuat banyak orang marah," kata G Subramaniam, pria yang kehilangan putranya dalam insiden pada Maret 2014 itu.
Di antara yang disampaikan adalah tidak ada tanda-tanda ditemukannya pesawat di zona pencarian Samudera Hindia seluas 46.000 kilometer persegi dalam pencarian yang dipimpin Australia. Pencarian itu dihentikan pada Januari 2018.
Perusahaan eksplorasi Amerika Serikat (AS) Ocean Infinity melanjutkan pencarian dengan sistem kontrak 'ada barang ada uang' pada awal tahun ini. Pencarian yang berakhir pada akhir Mei itu lagi-lagi tak membuahkan hasil, meskipun mereka mengerahkan drone bawah air.
Sejauh ini hanya tiga potongan bangkai pesawat yang ditemukan. Semuanya didapat dari Samudera Hindia, termasuk dua bagian sayap yang disebut dengan flaperon.
Editor: Anton Suhartono