Tak Disangka, Puluhan Ular Paling Mematikan Bersarang di Sekolah Ini
SYDNEY, iNews.id – Untung saja keberadaan puluhan telur ular berbisa segera ditemukan. Jika tidak, nyawa ratusan siswa sekolah dasar di kota Laurieton, Australia, bisa terancam.
Petugas satwa dipanggil ke sekolah di tepi pantai yang berlokasi di 350 kilometer sebelah utara Sydney itu untuk mengevakuasi telur-telur yang akan menetas. Telur-telur itu dikubur oleh indukan di dalam pasir di halaman sekolah.
Pihak SD Katolik St Joseph terkejut begitu diberi tahu oleh petugas satwa Fawna bahwa telur tersebut merupakan jenis ular paling mematikan di Australia. Ditemukan paling banyak 12 butir telur pada satu sarang.
Petugas satwa Yvette Attleir dan Rod Miller menemukan setidaknya tujuh sarang ular dengan total 43 telur.
Menurut mereka, telur-telur itu merupakan milik induk ular cokelat.
"Saya yakin telur-telur ini dari ular cokelat karena mereka banyak berkeliaran di sekitar sini dan ketika saya sorot menggunakan cahaya tampak garis kecil-garis kecil pada bayi ular itu," ujar Miller, dikutip dari The Guardian, Selasa (2/1/2018).
Sementara itu, Attleir menjelaskan lokasi area berpasir yang dijadikan sarang memang jarang disentuh para siswa, sehingga menjadi tempat persembunyian yang cocok bagi ular. Pasir dipilih karena mampu mengatur suhu yang sesuai untuk penetasan.
Menurut dia, keberadaan ular itu tak perlu dipersoalkan lebih lanjut karena satwa bisa berbagi ruang hidup dengan manusia di Australia. Ini karena jarak habitat hewan liar di Australia tak terpaut jauh dengan permukiman.
"Di tempat kami banyak terdapat satwa liar dan pada akhirnya satwa liar bisa berdampak pada kita. Itu bagian dari keindahan hidup di daerah ini," katanya.
Induk ular cokelat tak mengerami telur mereka. Setelah bertelur, mereka meninggalkan begitu saja telur itu dan bayinya sudah harus mandiri begitu keluar dari cangkang. Begitu menetas, ular cokelat langsung agresif.
Dari pemeriksaan, telur yang ditemutkan di SD Katolik St Joseph tersebut akan menetas dalam beberapa pekan. Sementara siswa sekolah sedang menjalani libur dan baru akan masuk pada 30 Januari 2018.
Editor: Anton Suhartono