Tak Ingin seperti Iran Diserang AS-Israel, Kim Jong Un Pamer Kapal Perang dan Rudal Baru
SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memantau langsung uji coba kapal perang destroyer baru pekan ini. Kim juga menyaksikan peluncuran rudal jelajah laut ke permukaan dari kapal tersebut.
Unjuk kekuatan itu berlangsung di saat musuh utama Korut, Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan gabungan bersama Israel terhadap Iran. Salah satu tujuan serangan tersebut adalah melenyapkan program nuklir, rudal balistik, serta Angkatan Laut (AL) Iran.
Kantor berita pemerintah Korut KCNA melaporkan, uji coba tersebut dilakukan tak lama setelah Kim memimpin Kongres Partai Pekerja yang digelar sejak pekan lalu. Pada kesempatan itu, Kim yang kembali terpilih sebagai sekjen partai, memperbarui tujuan pembangunan militer seraya bersumpah untuk menanggapi ancaman apa pun terhadap Korut dengan tegas.
Kim dalam beberapa kesempatan menegaskan akan melawan setiap upaya AS dan sekutunya di kawasan, Korea Selatan dan Jepang, untuk mengganggu wilayahnya.
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Sekjen Partai Pekerja Korut berkat Senjata Nuklir
Kim memeriksa kapal perang destroyer kelas Choe Hyon, salah satu dari dua kapal yang diluncurkan pada 2025 serta memantau uji coba atau uji kinerjanya.
Keesokan hari, Kim memantau peluncuran rudal dari kapal tersebut, yang berlangsung sukses.
Ketika Pemimpin Korut Kim Jong Un Nyetir Sendiri Truk Peluncur Rudal
“Setiap tahun, selama periode baru rencana 5 tahun, kita harus membuat dua kapal perang permukaan kelas ini atau kelas lebih tinggi,” kata Kim, setelah uji coba.
Kapal ketiga kelas Choe Hyon sedang dalam pembuatan, yang juga diperiksa Kim Jong Un pada Rabu (4/3/2026).
Kementerian Luar Negeri Korut mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran. Korut menilai serangan tersebut merupakan agresi ilegal dan melanggar kedaulatan nasional.
Pemerintah Korut menegaskan, operasi militer AS-Israel terhadap Iran sudah sesuai perkiraan. AS dan Israel tak bisa menahan diri untuk menyerang Iran karena karakternya yang hegemonik seperti gangster.
Editor: Anton Suhartono