Tak Peduli Corona, Warga Brasil Asyik Berkerumun Nonton Polisi Tangkap Penjahat

Antara ยท Minggu, 17 Mei 2020 - 12:21 WIB
Tak Peduli Corona, Warga Brasil Asyik Berkerumun Nonton Polisi Tangkap Penjahat

Polisi Brasil (ilustrasi). (Foto: AFP)

RIO DE JANEIRO, iNews.id – Sebuah penyergapan oleh tim kepolisian di Rio de Janeiro, Brasil, terhadap gembong narkoba pada Jumat (15/5/2020) waktu setempat, telah memicu kerumunan warga. Kejadian itu berlangsung di tengah lonjakan besar kasus virus corona (Covid-19) yang telah merenggut lebih dari 15.000 nyawa negara itu.

Menurut saksi mata dan laporan media lokal, polisi bersenjata memasuki permukiman kumuh Complexo do Alemao, Rio de Janeiro, dan membunuh sekurangnya 10 orang dalam penyergapan tersebut. Pihak kepolisian menyebutkan, mereka harus berhadapan dengan serangan granat dan senjata api dari para penjahat, situasi yang sering kali terjadi di wilayah yang dikuasai oleh bandar narkotika.

Sesaat setelah peristiwa penyergapan disertai baku tembak itu, sejumlah warga mengangkut mayat korban tewas ke area gerbang masuk wilayah kumuh tersebut. Sementara puluhan orang—yang kebanyakan tidak mengenakan masker atau perlengkapan pelindung diri lainnya—berkerumun di persimpangan jalan yang sempit.

“Pembatasan sosial? Untuk siapa? Luar biasa bahwa nyawa orang miskin tidak berharga sama sekali, bahkan semasa pandemi!” demikian kritik yang disampaikan Fabio Felix, anggota dewan Brasil dari kelompok sayap kiri, melalui cuitan di Twitter yang dikutip Reuters, Minggu (17/5/2020).

Seiring dengan terjadinya peristiwa itu, Brasil tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19, dengan catatan sebanyak 14.919 kasus baru terjadi dalam waktu 24 jam, per Sabtu (16/5/2020), sehingga totalnya kini mencapai 233.142 kasus—kelima terparah di dunia.

Adapun angka kematian terkait penyakit yang mewabah itu bertambah 816 dalam catatan waktu yang sama, hingga menjadi 15.633 kasus, menurut Kementerian Kesehatan Brazil.

Sementara di Kota Rio de Janeiro, per Kamis (14/5/2020), sehari sebelum penyergapan terjadi, ada total 11.264 kasus Covid-19 serta 1.509 kasus kematian akibat penyakit itu. Otoritas setempat bahkan menyebut angka itu masih berada di bawah jumlah kasus sesungguhnya karena kurangnya pengujian masal.

Editor : Ahmad Islamy Jamil