Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan
Advertisement . Scroll to see content

Tak Perlu Pesawat Lagi, Suatu Saat ke Luar Angkasa Bisa Pakai Lift

Rabu, 05 September 2018 - 05:24:00 WIB
Tak Perlu Pesawat Lagi, Suatu Saat ke Luar Angkasa Bisa Pakai Lift
Gambaran Lift penghubung Bumi dengan luar angkasa buatan Obayashi (Foto: Obayashi Corporation)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Ilmuwan Jepang akan menguji coba lift atau elevator mini di luar angkasa bulan depan. Lift ini akan menjadi alat transportasi manusia dari Bumi ke luar angkasa. Namun uji coba ini baru sebatas mengetahui bagaimana pergerakan lift antarsatelit di luar angkasa.

Peralatan yang akan diuji itu dikembangkan oleh para ahli dari Universitas Shizuoka dan akan diterbangkan menggunakan roket H-2B dari fasilitas peluncuran di selatan Tanegashima pada pekan depan.

Miniatur lift yang diuji coba sangat kecil yakni berbentuk kotak dengan ukuran panjang 6 sentimeter, lebar 3 cm, dan tinggi 3 cm.

Kotak itu dikaitkan dengan dengan tali baja sepanjang 10 meter yang menghubungkan dua satelit mini. Pergerakan elevator antarsatalit akan dipantau oleh kamera yang dipasang di setiap satelit

"Ini akan menjadi uji coba pertama di dunia pergerakan elevator di luar angkasa," demikian pernyataan Universitas Shizuoka, dikutip dari AFP, Selasa (4/9/2018).

Namun uji coba ini masih jauh untuk bisa direalisasikan ke dunia nyata, yakni menciptakan alat transportasi yang bisa membawa manusia dari Bumi ke stasiun luar angkasa.

Ide awal pengoperasian elevator pertama kali disampaikan ilmuwan Rusia Konstantin Tsiolkovsky pada 1895, setelah dia melihat Menara Eiffel di Paris.

Perusahaan konstruksi Jepang, Obayashi, yang juga berkerja sama dengan universitas Shizuoka, sedang menjajaki membuat elevator luar angkasa sendiri untuk kepentingan pariwisata.

Perusahaan akan menggunakan teknologi karbon nanotube, lebih kuat 20 kali lipat dari baja, untuk membangun poros sepanjang 96.000 kilometer ke atas Bumi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut