Tak Terima Dituduh Rusak Hubungan, Korsel Panggil Dubes China
SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) memanggil duta besar (dubes) China, Jumat (9/6/2023), untuk menyampaikan protes. Dubes Xing Haiming menyarankan Korsel agar tidak salah bertaruh terkait hubungan dengan China dan Amerika Serikat (AS).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korsel menilai pernyataan Xing provokatif. Pernyataan itu juga berpotensi mengganggu hubungan Korsel dan China.
Xing mengeluarkan pernyataan itu saat bertemu Lee Jae Myung, ketua partai oposisi Korsel pada Kamis (8/6/2023) malam. Pada kesempatan itu dia juga mendesak Korsel untuk tidak menjauh dari China serta memulihkan hubungan ekonomi dan diplomatik.
Selain itu Xing menyalahkan Korsel yang dianggap mengganggu hubungan kedua negara dengan tidak menghormati keputusan China, termasuk terkait isu Taiwan. Di sisi lain, Korsel semakin dekat dengan Amerika Serikat.
Kisah Pria di China Rela Ikut Ujian Masuk Perguruan Tinggi 27 Kali demi Kampus Impian
"Hubungan China-Korea Selatan menghadapi banyak kesulitan. Terus terang, kesalahan bukan terletak pada China. Kami berharap Korsel akan dengan setia menepati janji dan dengan jelas menghormati kepentingan utama China, seperti masalah Taiwan," kata Xing, dalam pernyataan yang dirilis kedubes China di Seoul.
Xing juga memperingatkan Korsel tidak salah menilai China akibat campur tangan pihak luar, seperti tekanan AS.
PM Kishida Minta Maaf kepada Rakyat Korsel atas Penjajahan Jepang
"Saya bisa meyakinkan Anda, mereka yang bertaruh pada kekalahan China pasti akan menyesal," kata Xing.
Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Chang Ho Jin memanggil Xing untuk menyampaikan peringatan soal pernyataan provokatif itu serta menyampaikan penyesalan yang besar.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kemlu Korsel, Chang menegaskan mengkritik kebijakan Korsel dengan pernyataan yang tidak benar serta mengungkapkan ekspresi yang tidak bisa ditoleransi merupakan tindakan mencampuri politik dalam negeri negaranya.
"Wakil menteri Chang dengan jelas memperingatkan Duta Besar Xing bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua konsekuensinya," kata bunyi pernyataan kemlu.
Editor: Anton Suhartono