Takut Disalahartikan Dukung Rusia, Perusahaan Asuransi Ini Hapus Logo Z di Media Sosial
MOSKOW, iNews.id - Perusahaan asuransi Swiss, Zurich Insurance Group, menghapus logo Z dari media sosial karena khawatir disalahartikan sebagai bentuk dukungan terhadap Rusia. Tanda Z digunakan Rusia sebagai kode di kendaraan tempur yang dikerahkan menyerang Ukraina.
Surat kabar The Telegraph, Sabtu (26/3/2022), melaporkan Zurich Insurance Group menghapus sementara logo Z di seluruh platform media sosial.
"(Perusahaan) Memantau kondisi secara cermat dan akan mengambil tindakan lebih lanjut bila diperlukan," bunyi pernyataan.
Perusahaan bisa saja mengganti logo yakni tulisan Z putih dengan latar belakang biru secara penuh, namun masih melihat perkembangan.
Zurich Insurance merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di Eropa dan juga hadir di lebih dari 210 negara dan wilayah. Perusahaan ini juga menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan memutuskan tidak mencari nasabah baru di negara tersebut.
Pasukan Rusia memberi tanda Z putih pada kendaraan tempur yang dikerahkan ke Ukraina. Bahkan, tanda Z yang terlihat di tank, kendaraan artileri, kendaraan angkut personel, maupun kendaraan logistik, tersebut sudah dibuat sejak sebelum invasi pada 24 Februari.
Mantan Direktur Jenderal Royal United Services Institute (RUSI), Michael Clarke, menjelaskan ada beberapa makna dari penggunaan simbol Z pada kendaraan militer Rusia, yakni sebagai indikator tempat di Ukraina yang akan dituju. Selain itu, simbol tersebut juga bisa menjadi identitas suatu unit. Setiap unit pasukan dapat berkomunikasi lewat simbol yang terpampang pada kendaraan.
Menurut Clarke, simbol Z pada kendaraan militer Rusia juga sebagai identitas pembeda dengan musuh. Besar kemungkinan pasukan Rusia dan Ukraina menggunakan tank yang sama, maka penggunaan simbol menjadi salah satu cara membedakan diri. Perkiraan lain, simbol tersebut juga digunakan untuk menandai penyerang yang berbeda.
Belum ada yang bisa memastikan arti simbol Z pada kendaraan militer Rusia. Sistem penggunaan simbol seperti ini juga digunakan oleh Amerika Serikat (AS) saat menginvasi Irak. Ketika itu, AS menggunakan tanda pangkat militer guna mengidentifikasi unit yang berbeda.
Editor: Anton Suhartono