Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Proyek Hilirisasi Batu Bara DME Groundbreaking 6 Februari 2026
Advertisement . Scroll to see content

Tambang Batu Bara di China Runtuh Timbun 87 Pekerja, 21 Orang Tewas

Minggu, 13 Januari 2019 - 11:15:00 WIB
Tambang Batu Bara di China Runtuh Timbun 87 Pekerja, 21 Orang Tewas
Ilustrasi tim SAR mengevakuasi pekerja tambang di Shandong, China yang luka (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Korban tewas akibat tambang batu bara runtuh di China bertambah menjadi 21 orang, Minggu (13/1/2019). Tambang di Provinsi Shaanxi itu runtuh pada Sabtu (12/1/2019) menimbun 87 pekerja.

Dalam pencarian Minggu pagi, tim SAR menemukan dua jenazah lagi dari reruntuhan. Sementara itu 66 pekerja lainnya berhasil diselamatkan.

Polisi masih menyelidiki penyebab tambang milik perusahaan swasta Baiji Mining itu bisa runtuh. Tambang yang dikelola perusahaan swasta di China biasanya memiliki standar keselamatan lebih rendah dari yang dikelola oleh pemerintah.

Seorang sumber yang bekerja untuk Baiji Maining mengatakan, pertambangan itu beroperasi dalam skala kecil. Namun dia menolak memberikan informasi mengenai bagaimana tambang bisa runtuh.

Kecelakaan di pertambangan biasa terjadi di China akibat lemahnya regulasi dan standar keselamatan. Pada Desember 2018, tujuh pekerja tewas dan tiga lainnya luka dalam musibah serupa di barat daya China.

Pada Oktober 2018, 21 orang tewas di pertambangan Provinsi Shandong. Penyebabnya ada tekanan kuat di dalam tambang yang membuat dinding lorong pertambangan runtuh sehingga membuat para pekerja terjebak. Hanya seorang pekerja yang dievakuasi dalam kondisi selamat.

Menurut data Badan Nasional Keselamatan Tambang Batu Bara, sebanyak 375 pekerja tewas selama 2017, turun 28,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut