Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Tank Merkava Israel Tembak Posisi Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:55:00 WIB
Tank Merkava Israel Tembak Posisi Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL kembali menjadi target serangan tentara Israel, kali ini menggunakan tank Merkava (Foto: Al Jazeera)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.id - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon UNIFIL kembali menjadi target serangan tentara Israel. Salah satu pos misi pasukan perdamaian itu diserang oleh tank Israel, Senin (12/1/2026).

"Hari ini, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL mengamati dua tank Merkava bergerak dari posisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon dekat Sarda, lebih jauh ke (wilayah) Lebanon," bunyi pernyataan UNIFIL, dikutip dari Anadolu.

UNIFIL telah memberikan peringatan sebelumnya, meminta jaringan-jaringannya untuk memperingatkan Israel agar menarik tank-tank mereka dan menghentikan serangan.

Namun setelah itu, salah satu tank menembakkan tiga peluru meriam, dua tembakan mengenai sasaran sekitar 150 meter dari pasukan penjaga perdamaian. 

"Untungnya tidak ada yang terluka," demikian isi pernyataan.

Kontingen UNIFIL sebelumnya juga telah memberitahu IDF mengenai aktivitasnya di daerah Sarda sesuai praktik yang telah ditetapkan dalam melakukan patroli di "daerah sensitif" di dekat Garis Biru.

UNIFIL juga menyayangkan semakin seringnya pasukan Israel menyerang target-target misi perdamaian di Lebanon.

"Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bisa dikenali saat menjalankan tugas di bawah resolusi Dewan Keamanan 1701 semakin sering terjadi dan mengkhawatirkan. Serangan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi 1701," kata UNIFIL.

Pemerintah Lebanon juga berulang kali menuduh Israel melanggar kedaulatan negaranya secara sistematis, meski terikat dengan kesepakatan gencatan senjata sejak November 2024. 

Militer Israel mempertahankan kehadiran di lima titik strategis Lebanon selatan, termasuk bagian utara Desa Ghajar, yang oleh otoritas Lebanon dianggap sebagai penjajahan berkelanjutan serta pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sementara itu IDF mengklaim serangannya menargetkan infrastruktur militer Hizbullah. Israel berulang kali menekankan bahwa mereka akan terus menyerang Lebanon untuk melenyapkan para pemimpin Hizbullah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut