Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji
Advertisement . Scroll to see content

Tankernya Disita Iran, Inggris Bakal Kirim Kapal Selam Nuklir 7.400 Ton ke Teluk

Selasa, 23 Juli 2019 - 08:25:00 WIB
Tankernya Disita Iran, Inggris Bakal Kirim Kapal Selam Nuklir 7.400 Ton ke Teluk
Kapal selam bertenaga nuklir kelas Astute. (FOTO: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan akan meningkatkan kehadiran militernya di Teluk Persia dengan mengirim kapal selam bertenaga nuklir dan pasukan maritim. Langkah ini diambil setelah Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyita kapal tanker minyak Stena Impero berbendera Inggris di Selat Hormuz pekan lalu.

Sumber militer setempat mengatakan, kapal selam bertenaga nuklir kelas Astute berbobot 7.400 ton yang dilengkapi dengan rudal jelajah dan torpedo, akan ditugaskan dengan misi pertahanan dan intelijen.

Kapal selam itu diharapkan bisa menyadap komunikasi di antara pasukan Iran dan melaporkannya kembali ke markas Angkatan Laut di Inggris.

"Kami mengirim kapal, mungkin sudah menuju ke wilayah itu," kata sumber dalam Angkatan Laut Kerajaan, seperti dilaporkan Daily Express, Selasa (23/7/2019).

"Perannya adalah postur intelijen rahasia, hanya mengumpulkan informasi untuk mendukung konvoi pengawal tanker yang direncanakan."

Menurut laporan terpisah dari The Sun, Angkatan Laut juga akan mengirim marinir dari 42 Commando.

HMS Duncan, sebuah kapal perusak pertahanan udara tipe 45, dikirim ke Teluk Persia awal bulan ini untuk membantu satu-satunya kapal perang Inggris yang beroperasi di sana, fregat HMS Montrose tipe 23, yang berbasis di Bahrain.

Kapal tanker pemasok, RFA Wave Knight, saat ini ditempatkan di Gibraltar, dan akan transit ke wilayah tersebut pada Agustus, sementara fregat HMS Kent akan dikerahkan di sana pada September.

Angkatan Laut Inggris juga memiliki empat kapal pemburu ranjau dan sebuah dermaga pendaratan kapal yang berkomitmen untuk wilayah tersebut.

"Kami memiliki kemampuan untuk mengirim lebih banyak kapal tetapi mereka akan membutuhkan waktu berminggu-minggu sehingga marinir sangat cocok dalam jangka pendek," kata orang dalam militer, kepada The Sun.

Pejabat pertahanan Inggris belum mengomentari laporan tersebut, tetapi mereka biasanya tetap bungkam tentang penyebaran kapal-kapal militer.

Laporan bocoran dari sumber militer itu muncul ketika Perdana Menteri Theresa May mengadakan pertemuan darurat pada Senin (22/7/2019), yang berfokus pada bagaimana menjaga keamanan kapal pengiriman di Teluk Persia.

Pihak berwenang menyarankan kapal-kapal Inggris untuk sementara waktu menghindari Selat Hormuz, setelah Pasukan Iran menahan dua kapal tanker minyak pada Jumat (19/7/2019), meski satu di antaranya sudah dibebaskan.

Iran mengklaim kapal tanker minyak Stena Impero yang disita mengabaikan panggilan darurat dari kapal nelayan Iran dan menabraknya.

Pada saat yang sama, para pejabat Iran mengindikasikan bahwa penyitaan itu terjadi sebagai tanggapan singkat menyusul penahanan sebuah kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran di Gibraltar.

Kapal disita karena diduga akan mengangkut minyak Iran ke Suriah yang berarti melanggar sanksi Uni Eropa yang dijatuhkan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut