Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapan Perang Rusia-Ukraina Berakhir? Ini Jawaban Trump
Advertisement . Scroll to see content

Tawarkan Sunat Perempuan, Klinik di Rusia Tuai Kecaman

Kamis, 06 Desember 2018 - 08:26:00 WIB
Tawarkan Sunat Perempuan, Klinik di Rusia Tuai Kecaman
Sebuah lencana bertuliskan "Kekuatan Pekerja Menentang Khitan Perempuan," dikenakan seorang relawan konferensi Hari Penghapusan Khitan Perempuan Internasional di Kairo, Mesir. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Sebuah klinik di Moskow, Rusia, yang melakukan sunat perempuan mendapat kecaman warga. Para aktivis menyerukan agar agar klinik tersebut diseret ke meja hukum karena dianggap merugikan.

Dilaporkan Reuters, mengutip koran berbahasa Rusia, Meduza, Best Clinic, yakni jaringan klinik swasta kecil di Moskow, melalui situs webnya mengiklankan "sunat perempuan" untuk anak-anak perempuan berusia antara lima hingga 12 tahun.

Meduza menerbitkan foto iklan yang diambil dari situs web Best Clinic. Klinik tersebut sudah menghapus iklan sunat perempuan dari situs webnya.

“Layanan ini masuk dalam daftar layanan yang disediakan oleh Best Clinic karena ada permintaan dari pasien dengan rujukan dari para dokter,” kata klinik tersebut, dalam sebuah pernyataan.

“Clitoridectomy, prosedur bedah, hanya dilakukan dengan alasan medis,” kata pihak Best Clinic

Mereka menambahkan bahwa pihaknya tidak melakukan sunat pada perempuan yang berusia di bawah 18 tahun.

Khitan perempuan, prosedur yang menghilangkan sebagian atau seluruh klitoris perempuan dan seringkali berakibat fatal, tidak dianggap sebagai kejahatan di Rusia.

Praktik ini tidak dianggap sebagai masalah di Rusia hingga kelompok HAM Rusia, Inisiatif Keadilan Rusia (RJI), melaporkan pada 2016 bahwa praktik itu meluas di desa-desa pegunungan terpencil di Dagestan, bagian selatan Rusia.

RJI memperkirakan, puluhan ribu perempuan Muslim menjalani khitan di wilayah Kaukus Utara yang bergolak. Namun para penyelidik dari kantor Kejaksaan tidak bisa menemukan bukti praktik tersebut.

Anggota parlemen Rusia, Maria Maksakova-Igenbergds, mengajukan rancangan undang-undang untuk mempidanakan khitan perempuan pada 2016. Namun status RUU tersebut masih belum jelas.

RJI menyatakan akan meminta Kantor Kejaksaan untuk menyelidiki Best Clinic.

“Praktik ini, diubah menjadi praktik layanan komersial, diiklankan sebagai prosedur yang layak untuk anak-anak perempuan di bawah umur,” kata pengacara RJI, Grigor Avetisyan.

Kantor Kejaksaan belum bersedia memberikan komentar.

Kementerian Kesehatan Rusia juga menolak memberikan komentar dengan alasan khitan perempuan bukan prosedur medis dan bukan kompetensi kementerian.

“Untuk pertama kali, saya terkejut sekali, hal ini terjadi di Moskow,” kata Alena Popova, salah satu pendiri W-Project, yang melobi hak-hak perempuan, kepada Thomson Reuters Foundation.

“Para Dokter tidak diperbolehkan secara sengaja merusak seseorang,” katanya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 200 juta perempuan dan anak-anak perempuan di seluruh dunia menjalani khitan perempuan yang bisa menyebabkan rasa sakit kronis, kemandulan, dan kematian akibat kehilangan darah dan infeksi.

PBB berusaha menghapuskan praktik itu pada 2030. Ada sekitar 30 negara di dunia yang masih mempraktikan khitan perempuan, terutama di Afrika.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut