Tebar Ancaman Bom di AS, Pria Israel Diancam Penjara Puluhan Tahun

Anton Suhartono ยท Kamis, 01 Maret 2018 - 11:23 WIB
Tebar Ancaman Bom di AS, Pria Israel Diancam Penjara Puluhan Tahun

Michael Kadar (kanan) (Foto: NBC News)

WASHINGTON, iNews.id - Pria berusia 19 tahun, Michael Kadar, dituntut terkait beberapa kasus ancaman bom terhadap komunitas Yahudi dan Kantor Kedutaan Israel di Amerika Serikat (AS).

Pria denga status dua kewarganegaraan, yakni AS dan Israel, itu ditangkap di Israel pada 2017 dan sedang menunggu waktu persidangan.

Polisi Israel menyebut Kadar membuat ribuan kali ancaman bom, yakni di bandara, sekolah, dan pusat kegiatan Yahudi, di AS selama periode 2016-2017.

Sementara di AS, juri dari pengadilan di Florida, Georgia, dan Columbia, menuntut pria Yahudi itu atas serangkaian ancaman bom yang terjadi pada Januari hingga Maret 2017.

Kementerian Kehakiman AS, dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters, Kamis (1/3/2018), mengungkap, Kadar mengancam melalui sambungan telepon akan meledakkan kantor Liga Anti-Fitnah dan kantor Kedutaan Israel di Washington, pada Maret 2017.

Beberapa lokasi lain yang mendapat ancaman bom darinya adalah komunitas Yahudi di Florida, Bandara Internasional Orlando, dan sebuah sekolah.

Akibatnya, kepanikan terjadi di lokasi-lokasi yang diancam bom. Bahkan komunitas Yahudi di Florida terpaksa melakukan evakuasi karena ancaman ini bersamaan dengan maraknya gerakan anti-Yahudi di AS.

Sementara itu, orang tua Kadar mengatakan, anaknya menderita tumor otak yang membuatnya menjadi autis dan mengalami gangguan mental. Karena penyakitnya itu dia kerap melakukan sesuatu tanpa disadarinya.

Jika terbukti bersalah, dia bisa dipenjara hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Hukuman penjara selama 20 tahun memantinya untuk setiap kejahatan menebar kebencian serta maksimal 10 tahun untuk setiap kejahatan ancaman bom.

Sejauh ini belum ada kepastian apakah Kadar akan dideportasi ke AS atau tidak.

Editor : Anton Suhartono