Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ali Khamenei Tewas Diserang, Iran Gelar Upacara Perpisahan 3 Hari di Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Tegas! Hizbullah Ancam Serang Anjungan Gas Israel di Laut Mediterania

Jumat, 10 Juni 2022 - 12:57:00 WIB
Tegas! Hizbullah Ancam Serang Anjungan Gas Israel di Laut Mediterania
Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrallah. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.id - Pemimpin kelompok militan Hizbullah Lebanon mengancam akan menyerang anjungan gas Israel di Laut Mediterania

Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrallah yang merupakan sekutu setia Iran, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (9/6/2022) mengecam provokasi Israel di wilayah maritim.

Pidatonya mengikuti peringatan bagi Israel yang disampaikan Presiden Lebanon, Michel Aoun Minggu lalu. Dia mengatakan, negosiasi perbatasan laut antara kedua negara belum berakhir. 

"Setiap langkah Israel, seperti pengeboran di ladang Karish yang disebut Beirut disengketakan, akan dianggap sebuah provokasi dan tindakan bermusuhan,” kata Presiden Michel.

Lebanon mengklaim anjungan gas Israel tersebut berada di wilayah maritim yang disengketakan antara kedua negara. Sementara Israel mengatakan, lokasi itu merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang diakui PBB.

Awal pekan ini, Energean Power, unit produksi, penyimpanan dan pembongkaran terapung milik perusahaan eksplorasi dan produksi energi Energean, tiba di ladang Karish. Perusahaan tersebut terdaftar di London dan Tel Aviv. Kedatangan kapal tersebut memicu alarm di Lebanon.

Aoun dan Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati mengundang utusan AS yang menengahi antara Lebanon dan Israel untuk kembali ke Beirut. Tujuannya mencoba dan membuat kesepakatan.

Amos Hochstein, penasihat senior untuk keamanan energi di Departemen Luar Negeri AS, diperkirakan akan tiba di Beirut dalam beberapa hari ke depan.

Pembicaraan tidak langsung yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel telah terhenti selama berbulan-bulan. Lebanon tidak sepakatan mengenai seberapa besar wilayah yang disengketakan itu.

Nasrallah mengatakan, Israel harus menunggu hasil negosiasi. Setiap pengeboran yang dilakukan sebelum kesepakatan, akan dianggap sebagai serangan langsung ke Lebanon.

“Semua opsi ada di atas meja. Semua tindakan keamanan yang dilakukan militer Israel tidak akan dapat melindungi pengeboran gas tersebut," kata Nasrallah.

Dia menambahkan, kapal dan pemiliknya harus tahu bahwa mereka adalah mitra dalam agresi di Lebanon yang terjadi hari ini. Nasrallah menyerukan penarikan segera dari daerah itu. 

“Mereka bertanggung jawab penuh atas apa yang bisa terjadi pada kapal ini, baik kerusakan material maupun awaknya,” katanya. 

Israel dan kelompok Hizbullah yang dipersenjatai dan didanai oleh Iran, merupakan musuh bebuyutan yang terlibat dalam perang selama sebulan pada 2006. Sejak itu, daerah perbatasan tetap tegang tetapi sebagian besar tenang.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut