Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran Ngadu ke Uni Emirat Arab Negaranya Diacak-acak Amerika
Advertisement . Scroll to see content

Teka-Teki Keberadaan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Terungkap, di Uni Emirat Arab

Rabu, 18 Agustus 2021 - 21:34:00 WIB
Teka-Teki Keberadaan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Terungkap, di Uni Emirat Arab
Ashraf Ghani berada di Uni Emirat Arab bersama keluarganya setelah meninggalkan Afghanistan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

DUBAI, iNews.id - Keberadaan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani terungkap, dia kini berada di Uni Emirat Arab (UEA) bersama keluarganya. UEA pun mengonfirmasi keberadaan Ghani. 

Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA menyatakan Ghani dan keluarganya diterima di negaranya dengan alasan kemanusiaan. Dia meninggalkan Afghanistan pada Minggu (15/8/2021) atau saat kelompok Taliban memasuki Ibu Kota Kabul. 

"Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA mengonfirmasi bahwa UEA menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya di negara itu dengan alasan kemanusiaan," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Reuters, Rabu (18/8/2021).

Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan sebelumnya mengatakan Ghani terbang ke Tajikistan pada Minggu. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut dengan alasan keamanan.

Sementara itu Kedutaan Besar Rusia untuk Afghanistan mengungkap, Ghani meninggalkan Afghanistan dengan membawa helikopter berisi penuh uang tunai. Bahkan sebagian uang dibiarkan berserakan di landasan bandara karena tidak ada cukup ruang di helikopter. Uang tersebut terlebih dulu dibawa menggunakan empat mobil ke bandara.

Juru Bicara Kedubes Rusia di Kabul Nikita Ishchenko mengkritik cara Ghani meninggalkan negaranya saat dalam kondisi genting yang membutuhkan kepemimpinan.

"Adapun keruntuhan rezim, paling jelas ditandai dengan cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan. Empat mobil penuh dengan uang, mereka mencoba memasukkan uang itu ke helikopter, namun tidak muat. Sebagian uang ditinggalkan beserakan di landasan," kata Ishchenko, kepada kantor berita RIA Novosti.

Sementara itu Ghani mengatakan, dia menjawab kritikan banyak pihak mengapa meninggalkan Afghanistan saat suasana genting yakni untuk menghindari pertumpahan darah bersamaan saat Taliban memasuki Kabul.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut