Tekan Wabah Corona, Arab Saudi Aktifkan Kamera Termal di Masjid Nabawi
MADINAH, iNews.id – Kerajaan Arab Saudi telah mengaktifkan kamera termal alias pemindai panas tubuh manusia di Masjid Nabawi, Madinah. Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan untuk memperlambat penyebaran virus corona (Covid-19) di kota suci umat Islam itu.
Saudi Press Agency hari ini melaporkan, kamera itu dapat secara akurat menyaring suhu tubuh hingga 25 orang pada saat yang bersamaan. Perangkat otomatis itu mampu bekerja dari jarak 9 meter dan menyediakan pembacaan audio dan visual langsung untuk setiap individu.
Gambar dan suhu yang direkam dapat disimpan hingga satu bulan untuk rujukan. Kamera itu juga disertai dengan kemampuan untuk mengirim data tersebut dari jarak jauh langsung ke para dokter spesialis bila diperlukan.
Kerajaan Arab Saudi saat ini hanya menggelar salat di halaman luar Dua Masjid Suci di Makkah (Masjid al-Haram) dan (Masjid Nabawi) Madinah bulan lalu sebagai bagian dari upaya memperlambat penyebaran Covid-19.
Penyelenggaraan Salat Jumat dan salat fardu lainnya secara berjamaah juga ditangguhkan bulan lalu di masjid-masjid di seluruh negeri. Satu-satunya tempat yang diizinkan untuk menunaikan salat di luar rumah adalah di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi.
Arab Saudi sejauh ini mencatat 6.380 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi. Dari jumlah itu, 83 pasien di antaranya meninggal dunia. Sementara, sejauh ini sudah ada total 990 orang sembuh dari virus corona di negeri yang dipimpin Raja Salman itu.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq al-Rabiah, sebelumnya memperingatkan, jumlah kasus infeksi corona di negara itu bisa saja mencapai 200.000 dalam beberapa minggu ke depan. Hipotesis itu diperoleh berdasarkan empat penelitian berbeda yang dilakukan para ahli dari dalam dan luar negeri. Estimasi terendah yang dipaparkan empat studi itu adalah 10.000 kasus.
“Tidak ada keraguan bahwa komitmen kami terhadap instruksi dan prosedur kesehatan, secara keseluruhan mengurangi jumlah kasus menjadi minimum, sementara ketidakpatuhan akan menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah kasus,” kata al-Rabiah.
Dia juga mengatakan, pengendalian wabah Covid-19 di Saudi tergantung pada kerja sama dan komitmen semua pihak terhadap protokol kesehatan dari pemerintah. Sayangnya, masih banyak orang menganggap remeh akan bahaya pandemi tersebut.
Editor: Ahmad Islamy Jamil