Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Konten Kreator Korea Rasis Sebut Orang Asia Tenggara Kaum Barbar Makan Pakai Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Televisi Jerman Dikecam karena Terlalu Rasis soal Istri Pangeran Harry

Jumat, 25 Mei 2018 - 08:27:00 WIB
Televisi Jerman Dikecam karena Terlalu Rasis soal Istri Pangeran Harry
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Lembaga penyiaran publik Jerman, ZDF, dikecam keras karena komentar-komentarnya saat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

ZDF dikritik oleh warganet Jerman dan media berita lain karena rasis dan kerap menggambarkan Meghan Markle dengan sebutan eksotis atas ras campuran.

Pengguna media sosial mengatakan siaran ZDF mengungkap adanya rasisme yang mendalam di media-media Jerman. Stasiun televisi tersebut merespon bahwa mereka menanggapi kritik pemirsa dengan serius.

Selain menyebut Meghan dan tamunya eksotis, ZDF juga melontarkan kata-kata sarkasme sepanjang prosesi pernikahan Meghan. Salah satu penyiar sempat bertanya "Apakah ibu Meghan punya rambut gimbal?"

Kemudian penyiar lainnya menjawab, "Rambut keriting yang sudah diluruskan, sama seperti yang mungkin Meghan lakukan sepanjang waktu."

Tak hanya itu, berikut beberapa pernyataan ZDF yang memicu kontroversi.

1) "Meghan selalu menginginkan keluarga boneka Barbie. Tetapi hanya ada keluarga Barbie yang putih dan yang hitam (tidak ada Barbie ras campuran)."

2) "Paduan suara itu menyanyikan lagu kulit hitam dengan indah."

3) "Victoria Beckham datang ke acara ini seolah-olah acara ini adalah janji dengan ginekolog. Dan dengan riasannya, dia seperti anggota keluarga The Addams."

Selain itu, penyiar ZDF juga membandingkan Meghan dengan Amal Clooney dan Victoria Beckham, karena ketiganya memiliki karier yang sukses bahkan sebelum menikahi suami terkenal.

Atas beberapa hal tersebut, media Jerman lain pun mengkritik dan menyebut ZDF tak memiliki rasa hormat.

"Waktu siaran dipenuhi dengan komentar yang meragukan tentang asal muasal Meghan, bahasa maskulin dan klise. Tidak ada rasa hormat bagi penonton dan orang-orang yang terlibat," tulis Nicola Erdmann di media Jerman terkemuka, Die Welt.

"Stasiun televisi itu tidak pernah lelah menekankan bahwa Meghan Markle berkulit hitam. Hitam, hitam, hitam. Bisakah kita membicarakan tentang topi lagi?" tulis Lennart Pfahler dan Josh Groeneveld dari Huffington Post.

ZDF menanggapi dengan serius kritik tersebut dan menyatakan menerima beberapa tanggapan dari masyarakat. Mereka mengklaim banyak masyarakat yang mendukung dan memuji siaran tersebut.

"Selain komentar di Twitter, layanan penonton ZDF menerima telepon dan email dari pemirsa yang memiliki pertanyaan serta pujian dan kritik mengenai berbagai aspek siaran. Kami menanggapi kritik dari pemirsa secara serius," kata juru bicara pers ZDF dalam sebuah pernyataan.

Namun ZDF tidak meminta maaf atas siarannya dalam pernyataan tersebut. Tak heran, banyak warganet yang mengecam pemberitaan rasis mereka.

"Ahli di @ZDF: Meghan memancarkan semangat Afro-Amerika. Secara resmi ini kalimat paling putih yang pernah dikatakan. #RoyalWedding," cuit presenter TV asal Jerman, Aurel Mertz.

Ada pula yang mencuit dengan menyeret partai AfD dan NPD, partai ekstrem sayap kanan Jerman, yang dikenal tidak ramah terhadap orang asing.

"Dear ZDF, apakah kalian mengirim delegasi AfD terbaik kalian untuk memberitakan #RoyalWedding? Saya belum mendengar begitu banyak slogan rasis sejak kongres partai NPD," cuit warganet lainnya.

ZDF merupakan salah satu lembaga penyiaran publik yang didanai oleh biaya penyiaran wajib yang dikenakan pada semua rumah tangga di Jerman. Mengingat stasiun ini didanai langsung oleh pembayar pajak, warga beranggapan ZDF harus tunduk pada standar yang ketat.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut