Temuan 2 Kasus Omicron, Kota Berpenduduk 14 Juta Jiwa di China Dikurung
BEIJING, iNews.id - Satu lagi kota di China menerapkan pembatasan ketat akibat lonjakan kasus infeksi Covid-19. Pembatasan ketat ke luar kota Tianjin, berpenduduk sekitar 14 juta jiwa, diberlakukan sejak Senin (10/1/2022) dini hari.
Mereka yang terpaksa meninggalkan kota mendapatkan izin ketat dari otoritas terkait serta menyerahkan bukti hasil tes Covid-19 negatif setidaknya dalam 48 jam.
Komisi Kesehatan Nasional menyatakan pembatasan ketat diberlakukan setelah Tianjin melaporkan 21 kasus penularan lokal bergejala pada Minggu (9/1/2022), naik dibandingkan 3 hari sebelumnya.
Otoritas Tianjin menyatakan sepanjang akhir pekan mendeteksi dua kasus penularan lokal melibatkan varian Omicron.
Diuji Coba, Matahari Buatan dari China Capai Suhu 70 Juta Derajat Celsius Selama 1.056 Detik
Kasus Covid-19 varian Omicron juga dilaporkan di Kota Anyang, Provinsi Henan, juga akibat penularan lokal. Sumber penularan telah ditelusuri dan melibatkan seorang mahasiswa asal Tianjin.
Kota Anyang, berpenduduk 5,5 juta jiwa, sudah lebih dulu menerapkan pembatasan dengan menghentikan semua layanan transportasi sejak Minggu kemarin.
China Skors 26 Pejabat Kota Xian gara-gara Lonjakan Kasus Baru Covid
China melaporkan 97 kasus infeksi lokal bergejala pada Minggu, naik dari 92 sehari sebelumnya. Sebanyak 60 kasus di antaranya berada di Henan.
Kota di China Lockdown akibat Lonjakan Kasus Covid, 13 Juta Warga Harus Diam di Rumah
Secara keseluruhan China melaporkan 103.776 kasus infeksi bergejala hingga 9 Januari 2022, termasuk yang lokal dan impor. Sementara kasus kematian masih di angka 4.636.
Sebelumnya otoritas juga memberlakukan lockdown terhadap Kota Xian, namun pembatasan mulai berangsur diangkat. Pengiriman paket dan beberapa bisnis secara bertahap beroperasi kembali.
Editor: Anton Suhartono