Tentara Asing Angkat Kaki, Amerika Peringatkan Potensi Kembalinya Al-Qaeda di Afghanistan
KUWAIT CITY, iNews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin memperingatkan adanya potensi kembalinya Al-Qaeda di Afghanistan pasca-penarikan tentara asing. Karena itu, AS siap mencegah kembalinya al-Qaeda di Afghanistan.
Austin menjelaskan, kelompok ekstremis al-Qaida menggunakan Afghanistan sebagai pangkalan untuk menyerang AS 20 tahun lalu.
“Seluruh komunitas menonton untuk melihat apa yang terjadi dan apakah al-Qaeda memiliki kemampuan untuk beregenerasi di Afghanistan atau tidak,” katanya di Kuwait City pada akhir tur empat hari ke negara-negara Teluk Persia, Kamis (9/9/2021).
Dia menjelaskan sifat al-Qaeda dan ISIS akan selalu berusaha menemukan ruang untuk tumbuh dan beregenerasi. Apakah itu di Afghanistan, Somalia, atau di tempat lain.
"Saya pikir itulah sifat organisasi,” katanya.
Dilansir dari Arab News, Taliban telah memberikan perlindungan bagi al-Qaeda ketika memerintah Afghanistan dari tahun 1996-2001. AS akhirnya menginvasi dan menggulingkan Taliban setelah menolak menyerahkan para pemimpin al-Qaeda pasca-serangan 11 September 2001.
Selama 20 tahun AS memerangi Taliban di Afghanistan, jumlah al-Qaida sangat berkurang. Namun pertanyaan kembali muncul terkait kemungkinan masa depan Al-Qaeda dengan Taliban di Kabul.
"Kami harap Taliban tidak membiarkan hal itu (kemungkinan al-Qaida menggunakan Afghanistan) terjadi," kata Austin.
Dalam perjanjian Februari 2020 dengan pemerintahan Trump, para pemimpin Taliban berjanji untuk tidak mendukung al-Qaeda atau kelompok ekstremis lain yang akan mengancam AS.
Namun para pejabat AS percaya Taliban mempertahankan hubungan dengan al-Qaeda. Banyak negara, termasuk di Teluk Arab, khawatir kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan dapat membuka pintu bagi kebangkitan pengaruh al-Qaeda.
Editor: Umaya Khusniah