Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Bujuk Trump, Menlu Denmark: Amerika Jelas Ingin Caplok Greenland
Advertisement . Scroll to see content

Tentara Negara-negara Eropa Siaga di Greenland, Trump Masih Ngotot Ambil Alih

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:42:00 WIB
Tentara Negara-negara Eropa Siaga di Greenland, Trump Masih Ngotot Ambil Alih
Negara-negara Eropa mengerahkan pasukan ke Greenland untuk latihan pertahanan, di tengah sikap Trump yang ngotot mendorong pengambilalihan pulau Arktik. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NUUK, iNews.id – Negara-negara Eropa mulai mengerahkan pasukan tentara ke Greenland sebagai bagian dari persiapan latihan pertahanan, Kamis (15/1/2026). Langkah ini diambil di tengah sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang terus mendorong pengambilalihan pulau Arktik tersebut dengan dalih keamanan.

Mengutip Reuters, Angkatan Bersenjata Jerman telah mengirim tim pengintai berjumlah 13 personel yang lebih dulu menuju Kopenhagen sebelum melanjutkan perjalanan ke Greenland bersama personel Denmark. Pada Rabu malam, sebuah pesawat Angkatan Udara Denmark juga mendarat di Bandara Nuuk, membawa personel berseragam militer yang kemudian diangkut menggunakan dua bus.

Pertemuan pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland pada Rabu (14/1/2026) memang terhindar dari ketegangan terbuka seperti yang dialami Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tahun lalu. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi cepat atas sengketa yang berkembang terkait Greenland.

"Ambisi Amerika untuk mengambil alih Greenland masih ada," ujar Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam pernyataan tertulis kepada Reuters, Kamis.

Dia menyebut terdapat perbedaan pandangan yang mendasar antara kedua negara. "Ini tentu serius. Karena itu kami terus berupaya mencegah skenario tersebut menjadi kenyataan," katanya.

Trump sebelumnya mengatakan, Greenland yang memiliki posisi strategis dan kaya sumber daya mineral sangat penting bagi keamanan Amerika Serikat. Dia menegaskan, AS perlu memiliki pulau tersebut untuk mencegah Rusia atau China memperluas pengaruhnya di kawasan Arktik.

Trump juga mengatakan seluruh opsi terbuka untuk mengamankan wilayah itu, meski Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Denmark. Dia menilai Denmark tidak mampu membendung pengaruh Rusia dan China di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Rusia menepis klaim NATO yang menyebut Moskow dan Beijing sebagai ancaman bagi Greenland. Pemerintah Rusia menyebut narasi tersebut sebagai mitos yang sengaja dibesar-besarkan untuk memicu ketegangan, sekaligus memperingatkan bahaya eskalasi konflik di kawasan Arktik.

Hingga kini, hanya sedikit bukti yang menunjukkan aktivitas signifikan kapal Rusia dan China di sekitar perairan Greenland.

Janji Perkuat Pertahanan Arktik

Greenland dan Denmark telah menegaskan pulau tersebut tidak dijual. Keduanya juga menilai ancaman penggunaan kekuatan militer sebagai langkah gegabah, serta menekankan persoalan keamanan harus diselesaikan di antara sesama sekutu.

Sejumlah negara Uni Eropa menyatakan dukungan kepada Denmark. Bahkan, beberapa pemimpin Eropa memperingatkan upaya AS merebut Greenland secara militer dapat diartikan sebagai berakhirnya NATO secara de facto.

Menjelang pertemuan dengan Amerika Serikat, Denmark dan Greenland menyatakan telah meningkatkan kehadiran militer di dalam dan sekitar Greenland, bekerja sama dengan sekutu NATO, sebagai bagian dari komitmen memperkuat pertahanan kawasan Arktik.

Sekutu Eropa seperti Jerman, Prancis, Swedia, dan Norwegia juga menegaskan akan mengirim personel militer untuk mempersiapkan latihan skala lebih besar yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

"Angkatan Bersenjata Denmark, bersama sejumlah sekutu Arktik dan Eropa, akan mengkaji dalam beberapa pekan ke depan bagaimana peningkatan kehadiran dan aktivitas latihan di kawasan Arktik dapat diterapkan secara nyata," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Denmark.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyebut sekitar 200 tentara Amerika Serikat saat ini ditempatkan di Greenland, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan era Perang Dingin. Greenland sendiri memiliki populasi sekitar 57.000 jiwa.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut