Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Induk AS USS Gerald Ford Terbakar saat Jalankan Misi Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Tepis Tuduhan Rusia, AS Klaim Tak Punya Lab Senjata Biologi di Georgia

Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:27:00 WIB
Tepis Tuduhan Rusia, AS Klaim Tak Punya Lab Senjata Biologi di Georgia
Ilustrasi lab senjata biologi. (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pentagon membantah tuduhan Rusia yang menyebut Amerika Serikat (AS) memiliki laboratorium senjata biologi di Georgia. Pentagon menyatakan tuduhan itu sebuah temuan dari operasi disinformasi Rusia yang imajinatif dan palsu terhadap Barat.

Juru bicara Pentagon, Eric Pahon, mengatakan, tuduhan Rusia merupakan upaya yang jelas untuk mengalihkan perhatian dari perilaku buruk Rusia di banyak front.

"AS tidak mengembangkan senjata biologis di Pusat Penelitian Lugar," kata Pahon, seperti dilaporkan AP, Jumat (5/10/2018).

Dia mengatakan, laboratorium serta fasilitas kesehatan umum manusia dan kedokteran hewan dimiliki dan juga dioperasikan oleh Pusat Pengendalian dan Kesehatan Masyarakat Nasional Georgia (NCDC), bukan AS.

"Misi dari Pusat Penelitian Lugar adalah berkontribusi terhadap perlindungan warga dari ancaman biologis, mempromosikan kesehatan publik dan hewan melalui deteksi penyakit infeksi, surveilans epidemiologi, dan penelitian untuk kepentingan Georgia, wilayah Kaukasus dan komunitas global," jelas Pahon.

Pusat ini dibuka pada 2013 dan diberi nama untuk menghormati mantan Senator AS, Richard Lugar.
Sebelum meninggalkan Kongres, anggota Partai Republik dari Indiana itu menjadi bagian dari upaya bipartisan AS untuk membantu mengamankan gudang senjata nuklir dan senjata pemusnah massal Soviet lainnya, setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh AS mengoperasikan laboratorium senjata biologi rahasia di Georgia.

Menurut Mayor Jenderal Igor Kirilov, laboratorium di Georgia merupakan bagian dari jaringan laboratorium AS dekat perbatasan Rusia dan China.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut