Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Alvaro Kiano Guncang Publik, DPR Minta Polisi Gesit Tangani Penculikan
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Penculikan 344 Siswa di Nigeria Tak Terkait Terorisme, tapi Sengketa Lahan dan Sapi

Kamis, 24 Desember 2020 - 17:17:00 WIB
Ternyata Penculikan 344 Siswa di Nigeria Tak Terkait Terorisme, tapi Sengketa Lahan dan Sapi
Penculikan 344 siswa di Nigeria pada Desember ini ternyata tak terkait dengan ekstremisme tapi sengketa pengelolaan lahan dan pencurian sapi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LAGOS, iNews.id - Penculikan 344 siswa sekolah di Negara Bagian Katsina, Nigeria, 2 pekan lalu ternyata tak terkait dengan terorisme, meskipun kelompok militan Boko Haram mengaku bertanggung jawab.

Dalam tayangan video yang sempat beredar tampak beberapa siswa Sekolah Menengah Ilmu Pemerintahan itu meminta tolong agar dibebaskan dengan latar belakang orang bersenjata seperti anggota Boko Haram. Tak pelak insiden ini mengingatkan peristiwa serupa pada 2014 di mana lebih dari 270 siswi diculik. Kelompok Boko Haram bertanggung jawab atas kejadian berlatar belakang ekstremisme itu.

Namun pada kasus penculikan terbaru ini, empat pejabat pemerintahan dan keamanan yang mengetahui proses negosiasi pembebasan mengatakan, insiden ini merupakan dampak sengketa di masyarakat terkait pencurian ternak serta hak pengelolaan lahan dan akses air, tidak terkait dengan ekstremisme.

Pejabat di Katsina dan wilayah sebelahnya, Zamfara, mengatakan serangan itu dilakukan oleh sekelompok etnis semi-nomaden Fulanis, termasuk mantan penggembala yang hewan ternak mereka dicuri.

"Mereka memiliki konflik lokal yang ingin diselesaikan dan memutuskan untuk menggunakan ini (penculikan) sebagai alat tawar-menawar," kata Ibrahim Ahmad, penasihat keamanan Pemerintah Katsina yang ikut mengikuti perkembangan negosiasi, dikutip dari Reuters, Kamis (24/12/2020).

Kelompok seperti ini lebih dikenal dengan aksi perampokan bersenjata dan penculikan skala kecil untuk mendapatkan uang tebusan.

Penggembala sapi di barat laut Nigeria sebagian besar berasal dari kelompok Fulani, sedangkan petani dari Hausa. Selama bertahun-tahun, para petani mengeluhkan ulah penggembala yang membiarkan sapi mereka memakan hasil pertanian. Di sisi lain para penggembala mengeluh sapi mereka kerap dicuri.

Penculikan terbaru ini terjadi pada 11 Desember. Puluhan pria bersenjata datang menggunakan sepeda motor ke Sekolah Menengah Ilmu Pemerintahan yang berada di Kota Kankara.  Ratusan siswa itu lalu digiring ke hutan luas di Negara Bagian Zamfara.

Pejabat di kedua negara bagian mengatakan, mereka menjalin kontak dengan para penculik melalui perantara, asosiasi peternak sapi, dan mantan anggota geng kriminal tersebut.

Perantara bertemu dengan para penculik di hutan Ruga beberapa kali sebelum mereka setuju membebaskan para siswa.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut