Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MPR Kecam Kebijakan Hukuman Mati Israel Terhadap Tahanan Palestina: Pelanggaran HAM!
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Presiden Palestina Idap Radang Paru-Paru, Begini Kondisinya

Selasa, 22 Mei 2018 - 09:21:00 WIB
Ternyata Presiden Palestina Idap Radang Paru-Paru, Begini Kondisinya
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

RAMALLAH, iNews.id - Akhirnya penyebab Presiden Palestina Mahmud Abbas kembali dirawat di rumah sakit di Tepi Barat terkuak. Otoritas Palestina melaporkan Abbas menderita radang paru-paru, namun kondisinya mulai membaik.

"Saya mengunjungi Presiden Abbas di rumah sakit malam ini. Dia menderita radang paru-paru dan dirawat dengan antibiotik," kata anggota parlemen Arab Israel, Ahmed Tibi, lewat akun Twitter, seperti dilaporkan AFP, Selasa (22/5/2018).

Tibi mengatakan, kondisi pria 83 tahun itu sudah membaik.

Kepala Rumah Sakit Arab Istishari Saed Sarahna, mengatakan, Abbas memiliki infeksi di paru-paru bagian kanan.

"Dia diberi perawatan yang diperlukan dan sekarang sedang memulihkan diri," kata Sarahna.

Foto-foto Abbas yang berjalan di sekitar ruang perawatan rumah sakit dan sedang membaca koran juga diterbitkan ke publik. Hal ini diduga sebagai upaya untuk meredam desas-desus yang menyebut kondisinya kritis.

Media resmi menyatakan, Abbas sudah berkomunikasi dengan sejumlah politisi untuk meyakinkan mereka soal kesehatannya.

Tibi, yang juga seorang dokter, mengatakan Abbas masih akan mendapat perawatan di rumah sakit hingga beberapa hari ke depan.

Abbas sebelumnya dirawat pada Minggu (20/5) karena mengalami komplikasi setelah menjalani operasi telinga. Dia juga mengeluh mengalami sakit di bagian dada.

Pada Februari, pria yang sudah empat periode menjabat presiden Palestina itu juga menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit di Amerika Serikat.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut