Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Wajah Awet Muda, Baim Wong Rela Stem Cell di Korea
Advertisement . Scroll to see content

Terpisah 70 Tahun, Puluhan Lansia Korsel Ikuti Reuni Keluarga di Korut

Senin, 20 Agustus 2018 - 09:47:00 WIB
Terpisah 70 Tahun, Puluhan Lansia Korsel Ikuti Reuni Keluarga di Korut
Para lansia Korsel diberangkatkan ke Korut untuk mengikuti reuni keluarga (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Puluhan warga lanjut usia Korea Selatan (Korsel) berkumpul untuk menuju Korea Utara (Korut), Senin (20/8/2018). Mereka merupakan peserta reuni keluarga hasil kesepakatan pertemuan Presiden Moon Jae In dengan Pemimpin Kim Jong Un.

Jutaan anggota keluarga dua Korea, anak dengan orangtua, kakak dengan adik, istri dengan suami, terpisah 70 tahun lalu atau sejak perang yang berlangsung 1950-1953.

Reuni kelurga yang akan berlangsung selama tiga hari ini digelar di resort Gunung Kumgang, Korut. Sebelum diberangkatkan, para peserta reuni keluarga diinapkan telebih dulu di hotel.

Sebenarnya acara seperti ini sudah digelar beberapa kali, namun pada 2015, Kim Jong Un sempat menghentikan menyusul tegangnya hubungan kedua negara.

Sebanyak 89 lansia Korsel, mengenakan pakaian terbaik, berkumpul di bawah terik matahari di Sokcho untuk diberangkatkan menyeberang ke Korut menggunakan bus. Sebagian dari mereka harus menggunakan kursi roda.

Salah seorang perserta reuni adalah Lee Keum Seom (92). Dia akan bertemu dengan putranya untuk pertama kali sejak mereka terpisah dalam kekacauan perang 70 tahun silam.

Lee kehilangan suami dan putranya yang saat itu berusia empat tahun. Saat itu, Lee melarikan diri menaiki kapal feri menuju Korsel hanya membawa putrinya yang masih bayi. Putrinya yang kini berusia 71 tahun itu ikut menemani Lee dalam reuni.

"Saya tidak pernah membayangkan hari ini tiba. Saya bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak,” kata Lee, dikutip dari AFP.

Karena konflik berakhir hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, maka secara teknis kedua Korea masih berstatus berperang. Pertukaran warga sipil, bahkan sekadar berbagi informasi mengenai kondisi keluarga, dilarang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut