Tersesat, 3 Paus Bungkuk Berenang Masuk Sungai Tropis Australia yang Penuh Buaya

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 13 September 2020 - 08:12 WIB
Tersesat, 3 Paus Bungkuk Berenang Masuk Sungai Tropis Australia yang Penuh Buaya

Seekor paus bungkuk terekam kamera sedang berenang di sungai tropis Australia. (Foto: AFP)

SYDNEY, iNews.id – Tiga paus bungkuk tersesat setelah mencapai sungai di utara Australia yang dipenuhi buaya. Para ilmuwan pun berharap mereka semua akan kembali ke laut dengan aman.

Dua dari paus itu, pertama kali terlihat di Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu awal pekan ini. Mereka diyakini telah kembali ke laut, menurut Parks Australia selaku lembaga yang mengelola taman nasional tersebut.

Akan tetapi, pihak berwenang masih memantau setidaknya satu paus lagi, yang terlihat sekitar 20 km di atas sungai pada Sabtu (12/9/2020). “Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa mereka kembali ke selatan (ke Antarktika) dan salah belok. Agak sulit untuk mengatakan apakah ada satu atau dua di sana (di sungai itu),” kata Manajer Taman Nasional Kakadu, Feach Moyle, kepada AFP.

Dia menuturkan, dengan warna sungai yang berlumpur, identifikasi terhadap paus itu menjadi sulit. Meskipun paus kadang-kadang terlihat di lepas pantai Australia Utara, kejadian kali ini diyakini sebagai paus pertama yang terlihat di sungai tropis cagar alam besar yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO.

Paus bungkuk yang dapat tumbuh hingga panjangnya mencapai 16 meter dan berat 30 ton. “Hal terakhir yang kami khawatirkan adalah, (terjadi) tabrakan antara perahu dan ikan paus di perairan di mana buaya banyak dijumpai dan jarak pandang di bawah air nol,” kata Parks Australia.

Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa perahu-perahu yang berlayar dapat memaksa makhluk itu berenang lebih jauh ke arah hulu sungai.

Secara alami, buaya tidak akan menimbulkan ancaman besar bagi paus bungkuk lantaran ukurannya yang besar. Namun, masalah yang lebih besarnya adalah, jika paus itu terdampar di bibir sungai, proses penyelamatannya bisa menjadi hal yang berbahaya, apalagi jika dia terdampar di kawasan pelosok yang sulit dijangkau. Jika itu yang terjadi, paus itu bisa dipastikan akan menjadi umpan buaya, kata Moyle.

Editor : Ahmad Islamy Jamil