Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
BOGOTA, iNews.id - Pemain timnas Kolombia, Jaminton Campaz, menerima ancaman pembunuhan setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengecam keras tindakan tersebut dan menegaskan tidak ada atlet yang pantas menjadi sasaran intimidasi karena membela negaranya.
Seperti dilansir dari Aljazeera, ancaman itu muncul setelah Kolombia kalah adu penalti dari Swiss pada babak 16 besar, Rabu (8/7/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Campaz yang memperkuat klub Argentina Rosario Central gagal memanfaatkan peluang emas pada babak tambahan waktu setelah tendangannya melebar dari gawang.
"Tak ada atlet, ataupun anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya, yang seharusnya menjadi sasaran intimidasi karena mewakili negaranya di arena olahraga," demikian pernyataan FCF, dikutip Minggu (12/7/2026).
Melalui akun Instagram pribadinya, Campaz mengunggah foto dirinya menutupi wajah dengan ekspresi kecewa seraya mengajak publik tetap menghormati para pemain.
"Kita boleh memiliki pandangan berbeda atau merasakan frustrasi dan kesedihan, tetapi tidak ada yang membenarkan kebencian atau hidup dalam ketakutan," tulisnya.
FCF meminta kantor kejaksaan agung Kolombia mempercepat penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang mengirimkan ancaman tersebut. Federasi juga mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menyatukan masyarakat, bukan memicu kebencian maupun kekerasan.
Kasus ini kembali mengingatkan publik pada tragedi kelam sepak bola Kolombia pada Piala Dunia 1994. Saat itu, bek Andres Escobar mencetak gol bunuh diri dalam kekalahan 1-2 dari Amerika Serikat.
Beberapa hari setelah tim pulang dan tersingkir dari turnamen, Escobar ditembak mati di Medellin.
Editor: Reza Fajri