Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivis Pro Palestina: Perang Kemungkinan Berakhir, Ancaman Iran Bikin AS Ketar-ketir!
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap, AS Akan Kirim Rudal Canggih ke Ukraina untuk Hancurkan Kapal Perang Rusia

Jumat, 20 Mei 2022 - 14:03:00 WIB
Terungkap, AS Akan Kirim Rudal Canggih ke Ukraina untuk Hancurkan Kapal Perang Rusia
Amerika Serikat akan kirim rudal antikapal Harpoon dan Naval Missile Strike ke Ukraina (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengirim rudal antikapal canggih ke Ukraina untuk membantu perang melawan Rusia. Beberapa sumber pejabat mengatakan kepada Reuters, rudal antikapal itu akan membantu Ukraina merebut kembali pelabuhan-pelabuhannya di Laut Hitam yang dikuasai Rusia.

Kementerian Pertahanan Inggris mengungkap sekitar 20 kapal Angkatan Laut (AL) Rusia, termasuk kapal selam, saat ini berada di zona operasi Laut Hitam.

Tiga pejabat AS serta sumber di Kongres sedang membahas hambatan-hambatan untuk mengirim persenjataan tersebut ke Ukraina, termasuk melatih tentara untuk menggunakannya. Hal lain yang menjadi hambatan adalah pemeliharaan dan potensi jatuh ke tangan Rusia.

Bukan hanya itu para pejabat juga membahas dampak yang akan terjadi jika rudal antikapal benar-benar digunakan.

Mereka mengatakan pegiriman dua model rudal antikapal, yakni Harpoon buatan Boeing, serta Naval Strike Missile buatan Kongsberg dan Raytheon Technologies, sedang dipertimbangkan. Alternatif lain, rudal itu dikirim oleh sekutu AS di Eropa yang memiliki dua model rudal tersebut.

Dua model rudal berharga sekitar 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp22 miliar untuk sekali tembakan.

Pada April lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Portugal untuk memberikan Harpoon, rudal yang memiliki jangkauan hampir 300 km. Namun ada beberapa kendala yang membuat Ukraina tidak bisa mendapatkannya. Pertama, keterbatasan platform untuk meluncurkan Harpoon dari darat karena sebagian besar rudal itu biasanya ditembakkan dari laut menggunakan kapal.

Dua pejabat AS mengatakan sedang mengupayakan beberapa alternatif, termasuk mengambil alat peluncur dari kapal perang yang ada. 

Bryan Clark, pakar militer dari Institut Hudson, mengatakan 12 hingga 24 rudal antikapal yang memiliki jangkauan lebih dari 100 km, terasuk Harpoon, sudah cukup untuk mengancam kapal-kapal perang Rusia. Senjata itu juga dapat mendesak Rusia untuk mencabut blokade.

"Jika Putin tetap bertahan, Ukraina bisa menghancurkan kapal perang terbesar Rusia, karena mereka tidak punya tempat untuk bersembunyi di Laut Hitam," kata Clark.

Rusia telah kehilangan beberapa kapal perang selama invasi pada 24 Februari, salah satunya kapal utama dalam operasi di Laut Hitam, Moskva.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut