Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ubah Selat Hormuz Gunakan Namanya setelah Tolak Proposal Iran
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Alasan Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz

Selasa, 29 September 2026 - 14:31:00 WIB
Terungkap! Ini Alasan Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
Donald Trump mengungkap alasan menolak tawaran terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata memiliki alasan tegas menolak tawaran terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump tidak yakin Iran bernegosiasi dengan iktikad baik dan menilai Teheran meminta terlalu banyak sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menjelaskan, Trump menolak proposal Iran karena persyaratan yang diajukan dianggap tidak bisa diterima. Menurut Waltz, Iran meminta berbagai konsesi di awal dengan janji baru akan berunding setelahnya.

"Intinya adalah mereka meminta segalanya di awal dengan janji baru akan berunding setelahnya," kata Waltz.

Penolakan itu disampaikan dua hari sebelum muncul laporan bahwa Trump justru bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran, termasuk mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan. Namun, konsesi tersebut disebut bergantung pada adanya kemajuan dalam perundingan terkait program nuklir Iran.

Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada CNN, pemerintah AS saat ini melakukan diskusi yang positif dan konstruktif dengan Iran melalui sejumlah negara mediator. Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan kesepakatan tidak akan tercapai jika persoalan nuklir Iran belum diselesaikan.

Iran disebut telah mengisyaratkan fleksibilitas dalam masalah nuklir. Namun, kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan mengenai jadwal pelaksanaan komitmen yang akan mereka sepakati.

Sikap Trump tersebut menunjukkan bahwa tawaran pembukaan Selat Hormuz belum cukup untuk membuat Washington memberikan konsesi kepada Teheran. Persoalan nuklir tetap menjadi salah satu kunci dalam pembicaraan kedua negara.

Pada Minggu (27/9/2026), Trump mengatakan kepada Axios bahwa dia memperkirakan pembicaraan dengan Iran akan kembali digelar sepanjang pekan mendatang.

Perundingan tersebut melibatkan sejumlah pejabat penting AS, termasuk Utusan Khusus Steve Witkoff, penasihat Trump Jared Kushner, Wakil Presiden JD Vance, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Trump mengatakan Iran memang menginginkan kesepakatan, tetapi menurutnya proposal yang diajukan Teheran masih terlalu jauh dari posisi yang dapat diterima Washington.

"Mereka ingin mencapai kesepakatan, tapi bukan kesepakatan yang saya buat. Itu adalah kesepakatan yang mungkin saja kita setujui setahun lalu. Mereka terlalu memaksakan posisi tawar sendiri," ujar Trump.

Dengan demikian, pembukaan kembali Selat Hormuz belum otomatis membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan lebih luas antara AS dan Iran. Washington masih menuntut kemajuan dalam persoalan nuklir, sementara Teheran disebut masih berusaha mempertahankan posisi tawarnya dalam perundingan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut