Terungkap, Israel Curi Organ Tubuh Jenazah Tahanan Palestina
GAZA, iNews.id - Tuduhan baru terhadap Israel kembali mencuat setelah puluhan jenazah tahanan Palestina dikembalikan dalam kondisi mengenaskan. Selain ditemukan tanda-tanda penyiksaan dan luka bakar, sejumlah jenazah diduga telah kehilangan organ tubuh, memicu dugaan kuat pencurian organ oleh pihak Israel.
Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan adanya indikasi yang kentara hilangnya organ tubuh dari beberapa jenazah.
“Data awal menunjukkan kemungkinan organ manusia dicuri dari beberapa jenazah, dalam kejahatan yang melampaui batas kemanusiaan dan mengungkap praktik kriminal sistematis oleh penjajah terhadap warga Palestina, baik yang hidup maupun mati,” bunyi pernyataan lembaga itu, dikutip dari Anadolu, Jumat (17/10/2025).
Para pakar menilai, kondisi ini bukan hanya menunjukkan kekerasan ekstrem, tapi juga membuka dugaan praktik pengambilan organ tubuh secara ilegal, yang juga pernah terjadi dalam kasus serupa pada masa lalu.
Selain itu temuan medis dan forensik memperkuat kecurigaan penyiksaan dan eksekusi. Banyak jenazah ditemukan diborgol, ditutup mata, dengan tanda-tanda penyiksaan berat, termasuk luka bakar dalam dan bekas dilindas kendaraan lapis baja.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengonfirmasi pada Kamis (16/10/2025) telah menerima 30 jenazah tahanan Palestina yang dikembalikan Israel sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan. Namun, kondisi jenazah membuat banyak pihak terkejut.
“Jenazah para tahanan Gaza dikembalikan kepada kami dalam keadaan terikat seperti binatang, ditutup matanya, serta ada tanda-tanda penyiksaan dan luka bakar mengerikan, bukti kekejaman yang dilakukan secara rahasia,” ujar Munir Al Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina Gaza, di platform X.
Menurut Al Bursh, luka bakar dan kondisi tubuh yang hangus menunjukkan para tahanan kemungkinan besar mengalami eksekusi dan penyiksaan sebelum meninggal. Sebagian jenazah bahkan disimpan dalam kamar mayat selama waktu lama sebelum dikembalikan.
“Jenazah-jenazah warga Palestina yang tak berdosa ditinggalkan sebagai saksi kebrutalan para algojo, karena mereka tidak mati secara wajar, melainkan dieksekusi setelah diikat,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono