Terungkap! Mantan PM Israel Ehud Barak Pernah Bermalam di Apartemen Predator Seks Epstein
WASHINGTON, iNews.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) akhirnya merilis dokumen terbaru terkait kasus predator seks Jeffrey Epstein. Diketahui para pesohor AS, bahkan dunia, pernah bertemu, bahkan menghabiskan banyak waktu dengannya.
Salah satu yang menjadi sorotan, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan istrinya, Nili Priel, beberapa kali menginap di apartemen New York milik Epstein.
Dokumen-dokumen yang diungkap sebagai bagian dari pengungkapan misteri kasus yang menghebohkan dunia itu juga menunjukkan pertukaran email serta penjelasan mengenai hubungan Barak dan Epstein.
Departemen Kehakiman merilis lebih dari 3 juta halaman hasil penyelidikan Epstein. Dokumen-dokumen tersebut menyebut nama Donald Trump, Elon Musk, Bill Clinton, serta tokoh-tokoh lainnya.
Trump Ancam Gugat Rupert Murdoch gegera Berita Predator Seks Jeffrey Epstein
Barak menjelaskan pertama kali bertemu Epstein pada 2003 dan terus menjalin kontak, bahkan setelah Epstein divonis bersalah atas kejahatan seksual pada 2008.
Korespondensi email dari Mei 2017 menunjukkan istri Barak, Nili Priel, memberi tahu Epstein bahwa dia dan sang suami akan meninggalkan apartemen untuk sementara waktu saat bepergian ke Universitas Harvard serta meminta agar tempat mereka menginap dibersihkan.
Elon Musk Ngotot Desak Trump Buka Berkas Kasus Jeffrey Epstein, Ada Apa?
Epstein meneruskan permintaan tersebut kepada individu lain, yang kemudian mengonfirmasi bahwa dia akan membereskannya keesokan hari.
Email lain yang dirilis menunjukkan asisten Epstein, Lesley Groff, mengoordinasikan pengaturan terkait apartemen, termasuk mengganti kabel dengan sistem Apple TV.
Korespondensi tersebut juga menunjukkan komunikasi rutin antara Epstein, Groff, dan Priel mengenai rencana perjalanan keluarga Barak ke New York serta pertemuan yang melibatkan Epstein.
Barak sebelumnya mengonfirmasi mengenal hubungannya dengan Epstein, namun menegaskan tidak ikut-ikutan dalam aktivitas tidak pantas apa pun.
Epstein ditemukan tewas di sel penjara Kota New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Dia mengaku bersalah di pengadilan Negara Bagian Florida dan dijatuhi hukuman penjara karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi pada 2008.
Para korban menuduh Epstein mengoperasikan jaringan perdagangan seks yang luas yang melibatkan anggota kalangan elite kaya bahkan pejabat negara.
Trump juga mengakui hubungannya dengan Epstein, namun membantah melakukan pelanggaran hukum.
Editor: Anton Suhartono