Terungkap! Trump Perintahkan Militer AS Bersiap Serang Iran pada 13 Januari, tapi Dibatalkan
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk mempersiapkan serangan ke Iran pada 13 Januari lalu. Namun Trump membatalkan serangan setelah mendengar masukan dari para penasihatnya.
Pada Selasa (13/1/2026) malam, Trump cenderung memerintahkan serangan terhadap Iran seraya menginstruksikan Pentagon untuk mempersiapkannya. Namun keesokan hari tidak ada perintah susulan.
Para pejabat militer AS serta Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga mendapat pengarahan dari penasihat Trump, padahal mereka telah dengan matang mempertimbangkan opsi serangan tersebut.
Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip keterangan sumber pejabat AS, melaporkan ada beberapa pertimbangan yang membuat Trump akhirnya membatalkan serangan, salah satunya kesiapan.
Trump menilai, AS tidak memiliki cukup aset militer di kawasan untuk secara bersamaan melancarkan serangan skala besar dan melindungi pasukan serta sekutu-sekutunya di Timur Tengah dalam menghadapi serangan balasan Iran.
Selain itu, para penasihat Trump juga memperingatkan agar tidak menyerang Iran karena bisa memicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Trump beberapa kali mengancam akan menyerang Iran dengan dalih membantu dan menyelamatkan demonstran anti-pemerintah yang pecah pada 28 Desember 2025. Dia menuduh otoritas keamanan Iran bertindak represif sehingga menyebabkan ribuan demonstran tewas.
Namun Iran justruk balik menuduh AS dan Israel berada di balik demonstrasi rusuh dengan mendukung persenjataan kelompok-kelompok anti-pemerintah yang kemudian disebut oleh Teheran sebagai teroris.
Peminpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamemei mengakui, dalam komentarnya, mengakui tewasnya ribuan demonstran. Dia juga menuduh AS sebagai dalang di balik kerusuhan tersebut.
Editor: Anton Suhartono