ANTANANARIVO, iNews.id – Korban tewas akibat Topan Batsirai di Madagaskar terus bertambah. Sampai Kamis (10/2/2022) dini hari WIB, bencana itu telah membunuh 92 orang.
Otoritas setempat terus menyaring informasi terkait kondisi di daerah-daerah yang terkena dampak parah badai.
Iran Ledek Trump usai Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS dalam Sehari
Topan Batsirai menghantam Madagaskar pada Sabtu (5/2/2022) malam, merobohkan rumah-rumah dan menyebabkan terputusnya akses listrik di wilayah pesisir tenggara negara itu. Badai bergerak menjauh pada Minggu (6/2/2022) malam, meninggalkan 91.000 orang dalam kondisi tanpa tempat tinggal karena rumah mereka yang hancur atau rusak.
Badan Bantuan Bencana Madagaskar pada Rabu (9/2/2022) kemarin mencatat kenaikan jumlah korban jiwa Topan Batsirai dari 29 menjadi 80 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 60 kematian terjadi di satu daerah, yakni Distrik Ikongo di tenggara negara pulau Samudera Hindia itu.
Topan Rai Filipina Renggut 400 Jiwa, Kekuatan Badai di Luar Prediksi
Instansi terkait dikatakan masih mengumpulkan informasi perinci tentang situasi di Ikongo.
Seorang anggota parlemen yang mewakili distrik itu sebelumnya mengatakan, jumlah korban tewas tertinggi memang ada di sana. Sebagian besar dari korban itu meninggal karena tenggelam atau tertimpa reruntuhan ketika rumah mereka runtuh.
Topan Rai Terjang Filipina, Kecepatan Angin 195 Km Per Jam
Badan Bantuan Bencana Madagaskar menyatakan, para relawan bantuan kemanusiaan telah tiba dari Prancis dan Jerman untuk membantu tanggap bencana.
Batsirai adalah badai destruktif kedua yang menghantam Madagaskar dalam tempo dua minggu. Sebelumnya, ada Topan Ana yang menewaskan 55 orang dan membuat 130.000 orang mengungsi di daerah lain di negara itu.
Madagaskar, yang berpenduduk hampir 30 juta jiwa, sebelumnya menghadapi kekurangan pangan di selatan negara itu, akibat dari kekeringan yang parah dan berkepanjangan.
Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan, Topan Batsirai telah memperburuk situasi itu dengan menghancurkan tanaman padi, buah-buahan, dan sayuran yang ditanam warga. Padahal, tanaman itu hanya tinggal dua minggu lagi untuk dipanen.
Topan Batsirai menyebabkan banjir yang meluas dan membuat 12 jalan dan 14 jembatan tidak dapat dilalui. Cuaca ekstrem itu juga memutus akses transportasi ke beberapa daerah, serta menghambat upaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat setempat.
Editor: Ahmad Islamy Jamil