Tewas oleh Israel, Relawan Medis Razan Al Najjar Akan Nikah Bulan Ini
GAZA, iNews.id - Razzan Al Najjar, relawan medis Gaza, Palestina, yang ditembak mati sniper atau penembak runduk tentara Israel, pada Jumat (1/6) ternyata akan menikah dalam watu dekat.
Perempuan berparas manis itu akan menikah dengan rekannya sesama pekerja medis di rumah sakit Khan Yunis.
(Foto: New The York Times/Facebook)
Hal ini diketahui setelah calon suami Najjar, Izzat Shatat, mengatakan kepada Associated Press, mereka akan menikah di akhir Ramadan ini atau pertengahan Juni.
Sebelum kejadian, Shatat telah mengingatkan Najjar untuk tidak bertugas di dekat pagar perbatasan, namun Najjar menolaknya.
"Dia membantu semua orang. Dia tidak pernah menolak untuk membantu. Dia orang pertama yang akan berlari menuju korban yang tertembak," kata Shatat, mengenang Najjar.

(Rekan-rekan Najjar di RS Khan Yunis tak kuasa menahan tangis begitu jenazah Najjar dievakuasi/Foto: AFP)
Siapa sangka, rencana mengucap janji setia antara Shatat dengan Najjar pupus. Tugas mulia membantu para demonstran korban penembakan Israel pada Jumat lalu merupakan hari terakhir bagi Najjar.
Pemakaman perempuan 21 tahun itu dihadiri puluhan ribu warga Gaza pada Sabtu (2/6/2018).
Menurut keterangan kerabat korban, Ibrahim, dua sampai tiga peluru menembus bagian dada Najjar. Saat itu korban sedang membantu seorang pria lanjut usia yang terkena tembakan gas airmata Israel di bagian kepala. Lokasi kejadian memang dekat dengan pagar perbatasan.

(Ribuan orang menyalatkan jenazah Najjar/Foto: AFP)
Sementara itu ayah korban, Ashraf Al Najjar, mengatakan, anaknya bangun lebih awal pada Jumat lalu, mempersiapkan diri untuk maju ke barisan depan para relawan. Dia tak menyangka, pamit Najjar selepas subuh itu merupakan perjumpaan terakhirnya.
Dalam wawancara dengan The New York Times bulan lalu, Najjar mengatakan, dia ingin menunjukkan bahwa pekerjaan berbahaya ini juga bisa dilakoni perempuan. Najjar ikut turun membantu para korban demonstran Palestina di Gaza sejak 30 Maret 2018.
"Menjadi relawan medis bukan hanya pekerjaan laki-laki, tapi perempuan juga bisa," kata Najjar.

(Masyarakat Gaza antarkan jenazah Razan Al Najjar ke pemakaman/Foto: AFP)
Almarhumah merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian dekat perbatasan dengan Israel. Ayahnya pernah memiliki toko suku cadang sepeda motor. Namun toko itu luluh lantak akibat serangan rudal Israel saat perang pada 2014.
Anak pertama dari enam bersaudara itu mengakui bukan perempuan pintar secara akademis. Nilai ujian SMA-nya pun tak cukup mengantarkannya ke kampus idaman. Setelah itu, takdir mengantarkannya menjadi tenaga medis. Dia mengikuti pelatihan paramedis selama dua tahun di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis.
Selepas itu Najjar menjadi relawan medis Palestinian Medical Relief Society, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Najjar menjadi korban tewas ke-119 dalam bentrokan antara demonstran Gaza dengan tentara Israel yang berlangsung sejak 30 Maret lalu. Namun jumlah total korban tewas hingga kemarin mencapai 123 orang.
Editor: Anton Suhartono